“Kita harus bekerja keras, tidak boleh main-main. Banyak hal yang belum selesai dan membutuhkan kerja nyata. Tujuan kita jelas, yaitu menurunkan kemiskinan, memperkuat ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Dia menyoroti pentingnya memperkuat tata kelola pemerintahan, mendorong pembangunan berkelanjutan, serta memastikan setiap program daerah mampu menjawab tantangan dan isu strategis yang berkembang.
Visi pembangunan MBD lima tahun ke depan adalah “Terwujudnya Maluku Barat Daya yang Berdaya Saing dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
Reimialy menyampaikan tingkat kemiskinan di MBD telah menurun hingga sekitar 28 persen pada tahun 2024, disertai peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang menunjukkan hasil positif.
Reimialy erharap capaian ini dapat terus ditingkatkan melalui program-program prioritas yang akan dijalankan pada tahun 2026 dan seterusnya. “Kita tidak boleh terlambat lagi. Kerja keras dan kerja cerdas akan menentukan sejauh mana kemajuan daerah ini. Dengan langkah yang sama, kita akan bangkit dari ketertinggalan dan mampu bersaing dengan daerah-daerah lain,” kata Reimialy.
Dalam Musrenbang itu, diluncurkan lima inovasi daerah sebagai langkah nyata Pemkab MBD mendorong kreativitas dan inovasi pelayanan publik serta percepatan pembangunan daerah. (MBD)




