AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Pilkada Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku diwarnai sejumlah kecurangan.
Dari sederet kecurangan yang terjadi, kasus yang paling fatal yakni dugaan mobilisasi anak di bawah umur mencoblos salah satu pasangan calon.
Dari beberapa video yang beredar, kecurangan pemilu terjadi di kecamatan Kesui Watubela pada hari pencoblosan Pilkada serentak, 27 November 2024.
Tampak dalam video itu anak-anak usia sekolah mulai dari SD hingga SMA dikerahkan datang ke TPS untuk mencoblos.
Mereka yang belum punya hak pilih itu masuk ke bilik suara sambil membawa kertas suara untuk mencoblos. “Ini anak-anak yang masih di bawah umur, ini masih SD dan dipaksakan oleh penyelengga dan saksi paslon nomor urut 1,” kata perekam video tersebut memberikan penjelasan yang dilihat sentraltimur.com, Kamis (5/12/2024).
Mereka bebas melenggang memasuki bilik suara dan mencoblos tanpa dilarang Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun Pengawas TPS maupun para saksi pasangan calon.
Bahkan petugas di TPS mengarahkan anak-anak mulai dari pengambilan kertas suara hingga mencelupkan jari ke tinta usai mencoblos. “Kalau ini masih SMP dan dipaksakan oleh penyenggara dan saksi paslon urut 1,” kata perekam video sambil mengarahkan kamera pada siswa berjalan menuju bilik suara.
Video anak-anak mencoblos di TPS diposting di TikTok dan menuai komentar warganet. Netizen membenarkan kejadian itu terjadi di SBT.
Parahnya, bukan hanya siswa, bocah pun diarahkan mencoblos salah satu paslon. Bocah itu diantar ibunya untuk mencoblos di TPS. Dalam video itu disebutkan kejadian yang mencoreng pesta demokrasi ini terjadi di TPS 01 desa Lahema, kecamatan Kesui Watubela, SBT.
Dalam video viral itu, si bocah datang ke TPS untuk mencoblos paslon nomor urut 1 Fachri Husni Alkatiri dan Vito Wattimena (FAVORIT) atas paksaan dari saksi paslon 1 bekerjasama dengan petugas KPPS.
Polisi yang berada di depan bilik suara dibuat bingung dan hanya bisa melongo tanpa melarang bocah ikut nyoblos. Sebelum si bocah berjalan menuju bilik suara untuk mencoblos, terlihat petugas TPS mendekati anggota polisi dan berbicara.




