banner 728x250

Pasca Siswa Keracunan Massal, BGN Maluku Tolak Rencana Pemkab SBB Tutup Dapur MBG

KERACUNAN MBG
Ratusan siswa di sejumlah sekolah di kecamatan Kairatu, kabupaten Seram Bagian Barat keracunan usai menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis, Senin (20/10/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

Penolakan penutupan sementara semua dapur MBG di SBB menunjukkan BGN mengabaikan keselamatan masyarakat khususnya siswa, namun lebih mengutamkan keuntungan. “Ini nyata sekali mereka tidak memikirkan keselamatan tapi lebih mencari keuntungan,” sindirnya.

Warga lainnya, Sulham sangat menyayangkan sikap BGN yang menolak menutup sementara semua dapur MBG di SBB. Dia mendorong BGN melakukan evaluasi menyeluruh mengapa terjadi keracunan massal siswa di SBB, dan bukan sebaliknya memaksakan kehendak untuk tetap memberikan lampu hijau kepada SPPG beroperasi.

KERACUNAN MBG
Ratusan siswa yang keracunan makanan program MBG menjalani perawatan di Puskesmas Kairatu dan Puskesmas Waimital, kabupaten Seram Bagian Barat. (ISTIMEWA)

“Itu baru kemarin ada ratusan siswa keracunan, apa mereka mau sampai ada yang mati baru disetop. Harusnya ditutup sementara, lalu dievaluasi, itu kan semua dapur belum punya sertifikat kenapa bisa beroperasi, itu namanya ilegal melanggar aturan,” kecamnya.

Sebelumnya 232 siswa di sejumlah sekolah di Kecamatan Kairatu, SBB mengalami keracunan usai menyantap hidangan MBG pada Senin (20/10/2025).

Hidangan yang disajikan yakni nasi putih, telur, tahu dan sayur. Usai menyantap hidangan, ratusan siswa mengalami gejala mual, muntah, diare dan pusing kepala. Buntut dari kejadian itu, Pemkab SBB menutup sementara operasional seluruh dapur MBG. (MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram