banner 728x250

Pemda MBD Perkuat Transformasi Posyandu

TRANSFORMASI POSYANDU
banner 468x60

TIAKUR, SENTRALTIMUR.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten MBD menyelenggarakan advokasi, koordinasi, dan bimbingan teknis kelompok kerja operasional (Pokjanal) Posyandu, Puskesmas, Camat, PKK serta mitra.

Kegiatan ini dalam rangka penguatan pengelolaan Puskesmas dan Posyandu menuju transformasi layanan primer.

Kegiatan digelar pada Kamis (4/12/2025) di Gedung Serbaguna Tiakur Beach Inn dihadiri Wakil Bupati MBD, Agustinus L. Kilikily, Forkopimda, Pembina Posyandu MBD Rely A. Noach, pimpinan OPD lingkup Pemda MBD, Camat Moa, para kepala desa serta Kelompok Kerja Pokjanal Posyandu yang akan bertransformasi menjadi Tim Pembina Posyandu.

Ketua Panitia Teli F. Etwiory dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya memperkuat integrasi layanan primer melalui sinergi lintas sektor dan lintas program. Pelaksanaan kegiatan berlandaskan berbagai regulasi nasional terkait kesehatan, Posyandu, pemberdayaan masyarakat, dan standar pelayanan minimal.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong sinergisitas lintas sektor dalam mendukung transformasi layanan primer, memperkuat kelembagaan Posyandu agar mampu memberikan layanan berkualitas. Meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan dalam implementasi integrasi layanan primer.

Pembina Posyandu MBD, Rely Noach menekankan Posyandu memiliki peran strategis sebagai pusat pemberdayaan masyarakat desa dan kini harus bertransformasi menjadi Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer).

Sesuai kebijakan terbaru, Posyandu tidak hanya fokus pada ibu hamil dan balita, tetapi melayani seluruh siklus hidup, dari bayi hingga lansia.

Dia menekankan pentingnya, restrukturisasi kelembagaan Posyandu, penyusunan kebijakan daerah terkait Posyandu, penguatan kader, termasuk pemenuhan 25 keterampilan dasar kader, digitalisasi layanan Posyandu untuk peningkatan kualitas pelaporan dan pelayanan.

Tugas Posyandu sangat berkaitan dengan program PKK, khususnya bidang kesehatan, gizi, ketahanan pangan, lingkungan hidup, dan pendidikan keluarga. “Semoga kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan integrasi layanan primer dan transformasi Posyandu demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” ujar Rely.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram