banner 728x250

Pemkab Malra Berhasil Turunkan Angka Stunting Hingga 12,43 Persen

ANGKA STUNTING
Pemda Malra melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) berhasil menekan angka prevalensi stunting hingga 12,43 persen. (ISTIMEWA)
banner 468x60

Dia memaparkan kelompok sasaran intervensi gizi sensitif meliputi peningkatan penyediaan air minum dan sanitasi, peningkatan akses serta kualitas pelayanan kesehatan dan gizi, peningkatan kesadaran serta praktik pengasuhan dan gizi ibu dan anak, serta peningkatan akses terhadap pangan bergizi.

Secara nasional prevalensi stunting Indonesia telah berada di bawah 20 persen, yakni 19,8 persen pada 2024. Meski demikian, upaya berkelanjutan tetap diperlukan untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional sebesar 14,2 persen pada 2029 serta target jangka panjang 5 persen pada 2045.

Hingga Oktober 2025, TPPS Maluku Tenggara telah menangani kasus stunting di sejumlah ohoi (desa), antara lain Ohoi Wain, Ohoiraut, Banda Efruan, Har Wassar, dan Yamtimur.

Untuk tahun 2026, Pemda Maluku Tenggara menetapkan lokus penanganan stunting di Ohoi Yamtimur dan Banda Efruan, Kecamatan Kei Besar Utara Timur, serta Ohoi Mun Ohoir di Kecamatan Kei Besar Utara Barat. (RED)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram