Ke depan, kolaborasi tersebut akan diarahkan untuk memperluas pemasangan jaring penahan sampah di sembilan sungai yang berada di wilayah Kota Ambon. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi aliran sampah dari sungai menuju Teluk Ambon sekaligus mendukung upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.
Wattimena mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam gerakan peduli lingkungan, termasuk Wutmaili Romuty atau yang akrab disapa Bung Uce, peraih penghargaan Kalpataru 2026, serta komunitas The Ocean Club yang aktif mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Menurut Wattimena, partisipasi masyarakat dan komunitas menjadi kekuatan penting dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi persoalan sampah di Kota Ambon. “Kalau banyak orang dan banyak pihak yang mau berupaya seperti Bung Uce, saya yakin persoalan sampah ini bisa kita minimalisir. Kita tidak saja menikmati kehidupan di kota hari ini, tetapi kita punya tanggung jawab yang baik bagi generasi yang akan datang,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai tanggung jawab bersama yang diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk membuang sampah pada tempatnya dan tidak mencemari sungai maupun selokan. “Mari kita semua jaga alam, mulai dari diri kita,” ujar Wattimena. (RED)



