AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Provinsi Maluku mengalokasikan anggaran Rp2 miliar sebagai bonus bagi para atlet peraih medali di ajang Pesta Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
“Anggaran ini diusulkan oleh KONI Maluku dan telah dialokasikan dalam APBD Perubahan 2021,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Maluku, Sandy Wattimena, Selasa (12/10/2021).
BACA JUGA:
Kecelakaan Maut di Liang, 3 Warga Meninggal Dunia, 5 Luka Parah – sentraltimur.com
Menteri BUMN Erick Thohir: BUMN Buka Kolaborasi Komunitas Kreatif – kliktimes.com
Untuk atlet peraih medali emas mendapatkan bonus Rp200 juta, medali perak Rp150 juta, dan medali perunggu Rp100 juta.
“Untuk realisasi bonus, pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap para atlet berprestasi di PON Papua. Tapi kita juga harus maklumi kondisi keuangan daerah,” ujarnya.
Atlet berprestasi tentunya mendapat perhatian Pemda berupa bonus yang disediakan Pemprov Maluku. “Alokasi anggarannya Rp2 miliar dengan posisi perolehan empat medali emas, dua perak, dan tiga perunggu pada posisi 11 Oktober 2021 tentunya bisa mencukupi,” ujar Sandy.
Namun dalam perkembangan selanjutnya bila ada penambahan medali, alokasi anggaran itu tidak akan mencukupi.
Sebab KONI Maluku sejak awal menargetkan delapan medali emas. “Besaran bonus untuk pelatih kita minta pertimbangan dan persetujuan dari pimpinan,” ujar Sandy.
Maluku Berpeluang Menambah Medali
Sandy optimis kontingen Maluku akan menambah medali PON XX Papua. “Posisi pada 11 Oktober 2021 Maluku masih berada di peringkat 20 perolehan medali,” ujarnya.
Menurutnya, masih ada peluang mendulang emas di cabang tinju, karate, kempo, dan atletik. Sebab selain Alfin Tehupeiory masih ada atlet lainnya dari cabang olahraga tersebut. “Mudah-mudahan bisa menyumbangkan medali,” katanya.
Target KONI Maluku pada PON XX adalah delapan emas. Namun ternyata di luar perkiraan. Menurutnya, seharusnya sampai 11 Oktober 2021 minimal Maluku sudah bisa meraih enam medali emas.
Peluang medali emas dari cabang atletik 100 meter dan 200 meter puteri, Alfin Tehupeiory gagal meraih medali akibat mengalami cidera saat lomba. Prajurit Kodam XVI Pattimura itu hanya memboyong medali emas pada 400 meter gawang puteri.




