AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Rapat paripurna pengucapan sumpah dan janji pimpinan DPRD Provinsi Maluku periode 2024-2029 digelar Senin (28/10/2024).
Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kementerian Dalam Negeri Nomor 100.2.1.4-4322 Tahun 2024 tentang Peresmian Pengangkatan Pimpinan DPRD Provinsi Maluku.
Benhur George Watubun menjabat Ketua DPRD Maluku dan Wakil Ketua M. Fauzan Rahawarin, Johan Johanis Lewerissa, dan Abdullah Aziz Sangkala.
Benhur Watubun menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada pimpinan DPRD sementara dan seluruh anggota yang telah bekerja dengan baik sehingga terlaksananya peripurna penetapan pimpinan DPRD Maluku definitif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan sementara dan seluruh anggota atas kerjasama yang baik, sehingga kita dapat melaksanakan rapat paripurna ini,” kata Benhur.
Menurutnya anggota DPRD Maluku periode 2024-2029 didominasi pemuda-pemudi terbaik di provinsi ini. Harapannya, dengan momentum HUT ke-69 Sumpah Pemuda, pemuda-pemudi refresentasi rakyat di lembaga ini dapat meningkatkan peran dan tugas maupun fungsi DPRD dalam memperjuangkan seluruh aspirasi rakyat Maluku.
“Mari kita bangun komitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas dan kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah demi menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat di provinsi ini,” kata ketua DPD PDIP Maluku ini.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Maluku Sadali Ie mengatakan hari ini menjadi momentum bersejarah bagi DPRD Maluku, karena pimpinan DPRD yang dilantik mulai mengemban tugas baru sebagai pimpinan DPRD Maluku masa jabatan 2024-2029.
“Dikatakan bersejarah karena selain bertepatan dengan Peringatan Sumpah Pemuda ke-96, komposisi keanggotaan DPRD Provinsi Maluku diwarnai orang-orang baru yang energik, kompeten, dan memiliki semangat kerja yang tinggi, karena itu ada banyak asa, harapan dan impian yang dititipkan di pundak pimpinan DPRD,” ujarnya.
Sadali mengatakan dengan dipercayakannya para pimpinan DPRD untuk menduduki posisi yang terhormat, janganlah dimaknai sebatas sebuah jabatan atau kedudukan, melainkan amanah suci untuk merealisasikan cita-cita dan harapan bersama, guna membangun Maluku yang lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera dan bermartabat.




