AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan di tubuh Polri.
Sebanyak 61 perwira tinggi dan perwira menengah dimutasi pada Agustus 2025. Dari puluhan perwira yang dimutasi, ada nama Irjen Pol. Dadang Hartanto yang ditunjuk sebagai Kapolda Maluku yang baru oleh Kapolri. Dadang menggantikan Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan yang memasuki masa pensiun.
Mutasi puluhan perwira tinggi dan menengah Polri ini tertuang dalam dua surat keputusan, yakni surat keputusan Nomor KEP/1186/VIII/2025 dan Nomor ST/1764/VIII/2025 yang terbit pada 5 Agustus 2025.
Irjen Dadang Hartanto menjadi sorotan ketika dipercaya menjadi Komandan Upacara Hari Bhayangkara ke-79 yang berlangsung di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025) lalu. Dia menjalankan tugasnya itu dengan sempurnah hingga mendapatkan pujian dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Irjen Dadang Hartanto adalah perwira tinggi Polri yang kini menjabat Ketua STIK Lemdiklat Polri sejak 20 September 2024. Pria kelahiran 24 November 1971 ini merupakan lulusan Akpol angkatan 1994, dengan gelar akademik lengkap Prof. Dr. H. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.
Jejak karier Dadang Hartanto di kepolisian terbilang cemerlang, terutama di bidang reserse. Dia pernah menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Kapolsek Senen, Sespri Kapolri, hingga Kapolrestabes Medan.
Khusus di wilayah hukum Polda Jawa Barat, Dadang pernah menjabat Kapolres Subang (2009), Kapolres Cianjur (2011) dan Wakapolrestabes Bandung (2012).
Jabatan terakhirnya sebelum memimpin STIK Lemdiklat Polri adalah Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Pada Mei 2023, dia resmi dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Administrasi Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Pencapaian ini menjadikannya profesor ke-8 di UMSU dan profesor ke-241 di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.
Dalam orasi ilmiahnya, Dadang Hartanto sempat menyoroti tantangan Indonesia dalam menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang dinamis akibat terpaan media sosial. Sebuah tantangan yang menurutnya harus dihadapi oleh setiap organisasi, baik swasta maupun pemerintah.




