banner 728x250

Rapat Bersama Komisi IV DPRD Maluku, Pemkab MBD Keluhkan Minimnya Perhatian Pemprov

DPRD MALUKU
banner 468x60

TIAKUR, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mengungkapkan hingga saat ini belum ada perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Maluku.

Hal ini disampaikan Penjabat Sekda MBD, Daud Reimialy saat rapat dengan Komisi IV DPRD Provinsi Maluku di Kantor Bupati MBD, Rabu (30/4/2025).

Rombongan Komisi IV DPRD Maluku dipimpin Ketua Komisi Saudah Tuankotta Tethool didampingi Yan Noach dan Julius Rotasouw.

Rapat dihadiri tujuh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemda MBD, yakni Dinas Pendidikan dan kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Pariwisata dan Dinas Perindag Koperasi dan UMKM.

Reimialy mengatakan, pertemuan ini sangat penting dan strategis karena membicarakan berbagai persoalan di MBD dan perlu mendapat atensi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Saudah Tuankotta Tethool menyatakan keprihatinannya atas apa yang selama ini terjadi dalam pengelolaan anggaran dan pembangunan di Maluku.

“MBD ini adalah daerah 3T yang harus mendapat perhatian khusus, namun kami sangat prihatin karena dari triliunan rupiah anggaran Pemprov Maluku, sangat sedikit yang dialokasikan ke MBD. Kalau pun ada, itu hanya lebih terfokus ke bidang pendidikan. Berbanding terbalik dengan yang terjadi di kabupaten/kota lain, terutama di Kota Ambon dan Buru,” katanya.

Karena itu, pertemuan bersama OPD terkait ini penting sekali agar Komisi IV DPRD Maluku dapat mendengar dan memperjuangkan persoalan pembangunan di MBD pada tingkat Provinsi Maluku.

Dia menyebut persoalan yang perlu mendapat perhatian Pemprov Maluku antara lain, ketersediaan tenaga pendidik dan pembangunan fisik sekolah, penyediaan makanan bergizi gratis yang hanya baru dilakukan bagi 3.500 siswa dari 25.000 siswa se-MBD.

Berikut, pelatihan dan pembangunan Balai Latihan Kerja, persiapan pembentukan koperasi merah putih, penyediaan tenaga dokter spesialis dan sarana prasarana rumah sakit. Selanjutnya membangunan rumah singgah pariwisata dan pelatihan tenaga terampil diving, bantuan sarana disabilitas serta pendampingan peningkatan status 14 desa persiapan ke desa definitif.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram