“Masih satu jaringan. Pelaku yang di sini (Maluku) dengan di sana (Papua) masih kakak adik,” katanya.
Polda Maluku telah berkoordinasi dengan Polda Papua untuk menangkap warga Maluku yang memesan senjata dan amunisi tersebut. “Dari pengakuan tersangka, mereka baru pertama kali mau menjual senjata. Sedangkan amunisi katanya sudah dua kali tapi penyidik harus ada bukti dulu,” jelas Andri.
Dua senjata api dan ratusan butir amunisi didapat dari Pulau Haruku, Maluku Tengah. Polisi masih menyelidiki pelaku yang membuat dan menyediakan benda mamatikan itu untuk diselundupkan ke Papua.
Andi juga belum bisa memastikan apakah senjata dan ratusan amunisi tersebut akan diselundupkan ke kelompok kriminal bersenjata (KKB).
“Saya tidak bisa menyimpulkan ini untuk OPM atau KKB. Mereka yang di sini (tersangka) kan tidak tahu tujuannya kemana yang penting ada uang. Dan mereka tidak mau cari tahu untuk siapa. Soal lainnya masih dikembangkan, sementara tidak bisa kita ekspose,” kata Andri. (MAN)




