banner 728x250

Sidang Klasis Jemaat GPM Lemola, Ini Pesan Wakil Bupati MBD

SIDANG KLASIS
banner 468x60

TIAKUR, SENTRALTIMUR.COM – Wakil Bupati Maluku Barat Daya Agustinus Lekwarday Kilikily menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang telah mendukung kelancaran Pemilu tahun 2024.

Kilikily menyampaikan itu saat membuka sidang ke-41 Klasis Pulau-Pulau Leti di Gedung Gereja GPM Marantha Jemaat Klis, Kecamatan Moa, Minggu (23/3/2025).

Pemerintah daerah berkomitmen untuk memajukan pola pikir masyarakat agar berpikir positif dan lebih maju, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Dia berharap klasis GPM Lemola dapat menjadi mitra yang baik dalam pembangunan daerah untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, adil, sejahtera, dan setara.

Pemerintah daerah setiap tahunnya memberikan dana sebesar Rp50 juta untuk mendukung pelaksanaan persidangan klasis dan MPPD di MBD.

Wakil Ketua II Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pdt. Izaac Hendri Hetharie menjelaskan Sidang Klasis Ke-41 ini diadakan secara serentak di lima lokasi di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Pada masa Sinode 2020-2025, tema pelayanan yang kita pegang adalah “Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan Telah Datang dan Kerjakanlah Keselamatan.”

Tema ini menjadi sumber inspirasi dan dasar teologi kita, membentuk spiritualitas umat dan pelayan di GPM.

“Gereja yang mengakui dosa adalah gereja yang sadar akan ketergantungannya pada Roh Kudus, serta merendahkan diri di hadapan Allah, jujur, dan terbuka kepada-Nya. Dalam kesatuan tubuh Kristus, kita akan saling mendukung dan berbagi berkat satu sama lain.” ujarnya.

Menurutnya GPM memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kesatuan gereja dan umat, serta memberikan suara bagi masyarakat adat yang sering terpinggirkan, untuk menjaga keseimbangan ciptaan Tuhan. “Dalam menghadapi isu-isu seperti ini, gereja harus berperan aktif dalam advokasi sosial dan ekologi,” jelasnya.

GPM harus mempersiapkan diri menuju satu abad yakni pada tahun 2035. Pendidikan intergenerasi dan pembinaan umat serta pelayan harus menjadi perhatian utama, dan gereja harus lebih inklusif, berpihak pada kelompok-kelompok yang terpinggirkan. (MBD)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram