banner 728x250

Viral Video Anggota Brimob vs Babinsa di Pulau Buru Adu Mulut

VIDEO ANGGOTA
Video adu mulut seorang personel Brimob dengan prajurit TNI di kabupaten Buru, Maluku viral di media sosial. (FOTO: TANGKAPAN LAYAR)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Unggahan video adu mulut seorang personel Brimob dengan prajurit TNI di kabupaten Buru, Maluku viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 1,30 menit itu  anggota Brimob berpangkat Ajun Komisaris Polisi membentak dan menunjuk Babinsa yang diketahui bernama Serka Marjan, anggota Koramil 1506-04 Wayapo, kabupaten Buru.

Adu mulut kedua aparat negara tersebut terkait penertiban penambangan ilegal di kawasan Gunung Botak, kabupaten Buru. Dalam video terdengar Serka Marjan meminta Polres Pulau Buru yang melakukan penertiban berkoordinasi dengan pemerintah desa.

Namun anggota Brimob tersebut mengaku bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan menyurati Dandim. Dia juga mempresoalkan anggota Babinsa yang diduga memprovokasi warga saat penertiban penambang ilegal.

Video perang kata-kata anggota Brimob dan Babinsa ini beredar luas di berbagai platform media sosial.

Polda Maluku dan Kodam XVI Pattimura memberikan klarifikasi menyikapi video viral tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat membenarkan kejadian tersebut terjadi saat penertiban lokasi tambang gunung Botak pada Kamis (2/2/2023).

“Itu kejadiannya saat penertiban di Gunung Botak Kamis kemarin,” katanya di Ambon, Minggu (5/2/2023).

Menurutnya ketegangan dua aparat ini hanya salah paham. Video yang beredar luas itu juga telah dipotong dan tidak utuh lagi. “Itu salah paham saja ya bisa dinamika di lapangan mungkin emosi. Tapi tidak sampai adu fisik dan hari itu juga sudah diselesaikan oleh kedua belah pihak di sana,” akunya.

Salah Paham

Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Ruruh Aris Setiawibawa dan Kapolda Maluku Irjan Pol Lotharia Latif telah berkoordinasi membahas masalah tersebut. “Bapak Kapolda Maluku juga sudah berkoordinasi dengan Pangdam Pattimura. Kejadian itu hanyalah kesalahpahaman saja, sudah diselesaikan kedua pihak,” kata Roem.

Dia katakan, operasi penertiban terhadap Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan tambang emas Gunung Botak rutin dilakukan.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram