Tidak hanya itu, gerakan pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon, pembersihan fasilitas umum dan rumah ibadah, serta sosialisasi gerakan hemat energi juga menjadi fokus yang harus dilakukan anggota Pramuka di seluruh Indonesia.
Di era digitalisasi, Kilikily mendesak adaptasi melalui peningkatan kemampuan teknologi informasi, penyebaran konten positif yang menginspirasi, serta penangkalan hoaks dan disinformasi yang merugikan masyarakat.
Sejalan dengan Asta Cita pembangunan nasional Presiden RI Prabowo Subianto, Kilikily mengajak seluruh jajaran Pramuka dari Gugus Depan hingga Kwartir Nasional untuk berkontribusi dalam program swasembada dan ketahanan pangan nasional.
“Kwartir Nasional telah menjalin kerja sama dengan HKTI, FAO, serta mengembangkan program Training of Trainers dan Mobile Training Team yang akan melibatkan gugus depan di satuan pendidikan mulai sekolah hingga perguruan tinggi,” jelasnya.
Program strategis ini juga mencakup pengembangan kurikulum dan sistem pembinaan yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk mendorong lahirnya wirausaha muda Pramuka melalui pelatihan dan pendampingan kewirausahaan.
“Semua langkah ini adalah kontribusi nyata Gerakan Pramuka dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Kita percaya SDM unggul hanya bisa dibentuk melalui pendidikan karakter yang kuat,” kata Kilikily. (RED)




