banner 728x250

Walkot Ambon Tegaskan Literasi Keagamaan Sangat Penting, Bukan Dipertentangkan

LITERASI KEAGAMAAN
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena menegaskan pendekatan literasi keagamaan lintas budaya sangat penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus membangun ruang dialog antar umat beragama.

“Literasi keagamaan lintas budaya bukan untuk mempertentangkan perbedaan, tetapi untuk membangun pemahaman yang lebih besar tentang perdamaian, cinta kasih, dan keadilan,” kata Bodewin pada Seminar Penguatan Karakter Bangsa di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (12/2/2026).

Seminar digelar untuk mendukung Asta Cita dalam semangat hidup orang basudara melalui pendekatan Literasi keagamaan lintas budaya.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui kerja bersama seluruh elemen bangsa. Tantangan yang dihadapi bangsa saat ini menuntut adanya kolaborasi untuk memastikan persatuan tetap terjaga.

“Keberagaman yang kita miliki harus dipandang sebagai kekuatan, bukan sebagai perbedaan yang memisahkan. Ini menjadi fondasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Nilai-nilai kearifan lokal seperti semangat hidup orang basudara tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus terus dihidupkan dan ditransformasikan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Pemerintah Kota Ambon berkomitmen menjadikan nilai tersebut sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.

Ia mengingatkan berbagai fenomena sosial yang berpotensi memicu perpecahan harus diantisipasi sejak dini. Karena itu, pendekatan literasi keagamaan lintas budaya dinilai penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus membangun ruang dialog antarumat beragama.

“Literasi keagamaan lintas budaya bukan untuk mempertentangkan perbedaan, tetapi untuk membangun pemahaman yang lebih besar tentang perdamaian, cinta kasih, dan keadilan,” kata Bodewin.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak agar semangat toleransi dan persaudaraan di Kota Ambon dan Provinsi Maluku tetap terjaga. “Penguatan karakter bangsa bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita terus merawat kebersamaan dalam semangat orang basudara,” ujarnya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram