AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Warga Dusun Katapang, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku demo menentang kehadiran gerai Indomaret.
Aksi itu dilakukan para tokoh masyarakat bersama sejumlah pedagang kecil di dusun Katapang, Jumat (20/6/2025).
Dalam aksi tersebut, warga mengusung sejumlah spanduk bertuliskan penolakan sambil berorasi di lokasi pembangunan gerai Indomaret. Akibat aksi penolakan, pihak Indomaret membatalkan pembangunan gerai di dusun Katapang dan langsung angkat kaki dari wilayah itu.
Yusuf Sedubun, seorang pedagang yang ikut berdemo mengatakan menolak keras kehadiran Indomaret karena khawatir akan mematikan pedagang kecil di dusun Katapang. “Kami menolak kehadiran Indomaret di Dusun Katapang karena bisa mematikan usaha pemilik kios dan pedagang,” kata Yusuf kepada sentraltimur.com, Sabtu (21/6/2025).
Yusuf menilai kehadiran jaringan minimarket ini hanya akan menyengsarakan para pedagang kecil dan menguntungkan salah satu anak perusahaan milik Salim Group ini. Sebab dampak dari kehadiran gerai waralaba di dusun Katapang sudah pasti akan mematikan pedagang kecil. “Pedagang kecil tidak bisa bersaing, kehadiran Indomaret sudah pasti akan mematikan usaha pedagang kecil,” tegasnya.
Kepala Dusun Katapang Sulaiman Makeang menegaskan menolak kehadiran gerai Indomaret karena hanya akan mematikan pedagang kecil. “Karena itu masyarakat di sini demo menolak kehadiran Indomaret dan kami minta menghentikan pembangunan gedung Indomaret,” tegasnya.
Kapolsek Huamual Ipda Salim Balami mengakui warga di Dusun Katapang menggelar aksi demo menolak kehadiran gerai Indomaret di wilayah itu.
Salim dan sejumlah anggotanya menuju dusun Katapang setelah mendapat informasi warga melakukan unjuk rasa. “Kita datang melakukan mediasi antara warga dan pihak Indomaret dan hasilnya sudah disepakati pihak Indomaret bersedia berhenti membangun gerai dan berkemas mengangkut semua peralatan kerja dan bersedia meninggalkan Dusun Katapang,” ungkapnya kepada sentraltimur.com.




