banner 728x250

Warga ke Gereja Pakai Sandal Dilarang Anggota TNI AU, Begini Penjelasan Danlanud Pattimura

Komandan Lanud Pattimura, Kolonel Pnb Andreas Dhewo (kiri depan). (FOTO: SENTRALTIMUR.COM)
banner 468x60

“Pagi tadi itu beberapa jemaat yang ke gereja, mereka gunakan sepatu tapi ada kelihatan jarinya lalu dilarang. Tidak boleh dan disuruh pulang,” kata salah satu jemaat gereja, Patrik Kelmaskosu kepada sentraltimur.com, Minggu.

Insiden pengusiran itu memantik emosi jemaat lainnya. Mereka yang tidak terima dengan larangan tersebut memprotes petugas TNI AU yang berjaga di pos piket hingga terjadi adu mulut.

LANUD GEREJA
Aparat Lanud Pattimura melarang puluhan jemaat Gereja Betlehem di Desa Laha, Kota Ambon beribadah, Minggu (15/5/2022). (FOTO: TANGKAPAN LAYAR)

“Itu yang bikin jemaat marah. Ini kan kita mau pergi ibadah bukan mau pergi ke mereka (Lanud) punya kantor. Kalau ke kantor (Lanud) okelah aturannya seperti itu tapi ini kan kita mau pergi ibadah,” kesal dia.

“Kejadiannya sekitar jam 8 pagi. Saat mau pergi ibadah ke gereja, banyak jemaat disuruh pulang,” tambah Patrik.

Karena larangan tersebut, pendeta Gereja Katgorial dan sejumlah majelis jemaat ikut melakukan protes ke petugas Lanud Pattimura. Warga baru diizinkan beribadah di gereja tersebut setelah beberapa jam lamanya mereka terlibat adu mulut dengan petugas.

Aksi protes warga itu viral setelah beberapa potongan videonya dibagikan warganet ke jejaring media sosial.

“Tetap ibadah tapi sudah agak terlambat. Tapi yang ikut ibadah itu pakai sepatu yang menutup kaki. Kalau yang pakai sepatu yang kaki terlihat di suruh pulang tidak bisa masuk,” ujarnya.

Dia mengaku sangat heran dan menyayangkan aturan Lanud Pattimura. Karena negara Indonesia sangat menjamin setiap warganya untuk beribadah sesuai dengan agamanya masing-masing.

“Ini sangat disayangkan. Kita mau datang beribadah ke gereja, bukan untuk datang ke kantor (Lanud Pattimura), jadi tidak ada salahnya menggunakan sandal,” protes Patrik. (MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram