JAKARTA, SENTRALTIMUR.COM – Luhut Binsar Pandjaitan ditengarai bermanuver menggolkan perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu.
Menteri Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi (Marvest) ini diduga meminta sejumlah petinggi partai politik untuk mendukungnya.
Usulan itu dimunculkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan dalih khawatir mengganggu stabilitas ekonomi Indonesia pada tahun tersebut.
Manuver politik Luhut juga direspons Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Petinggi partai koalisi itu mendorong wacana penundaan pemilu dan perpajangan masa jabatan presiden.
BACA JUGA:
Menteri PUPR Lantik Pejabat Eselon, Dua Kepala Balai di Maluku Terpental – sentraltimur.com
Ini Inovasi WhatsApp untuk Voice Note – kliktimes.com
Wacana itu ditentang beberapa partai politik dan tokoh bangsa. Berikut sentraltimur.com mengutipnya dari pelbagai media online.
Demokrat Minta Jokowi Nyatakan Sikap
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menuturkan bahwa usulan penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden tidak akan mati dengan sendirinya. Meski mayoritas masyarakat dan partai politik menolak.
“Berkaca dari yang sudah-sudah, sekali pun telah mendapatkan penolakan yang tinggi, wacana ini masih terus dikemukakan oleh pihak-pihak yang dekat atau menjadi bagian dari lingkar kekuasaan. Terbaca bahwa ini sistematis dan by design,” kata Kamhar, Jumat (4/3/2022).
Apalagi, kata Kamhar, ada informasi yang menyebut nama Menteri Luhut Binsar Panjaitan di balik usulan penundaan Pemilu 2024 ini. Jika info itu benar, maka usulan tersebut akan terus bergulir.




