“Kita dapat merubah paradigma kita untuk membangun perspektif nasionalisme bernegara kita. Dengan melakukan sesuatu yang terbaik bagi bangsanya. Menjaga keutuhan persatuan bangsa dan meningkatkan martabat bangsa di hadapan dunia,” kata Yopi
Ia menjelaskan, gerakan separatisme termasuk dengan gerakan yang dilarang di suatu pemerintahan yang sah. Karena maksud dan tujuanya pasti tidak mendukung pemerintahan. Melainkan ingin melepaskan diri atau membentuk negara sendiri dengan melegalkan segala bentuk aksi dan tindakan yang berbau kekerasan.
“Ayo sebagai generasi muda, kita dukung pemerintah pusat dan dukung kebijakan kebijakan pemerintah daerah bersama TNI, Polri yang kuat. Saling mendukung dan bahu membahu membangun Maluku bersama. Jaga persatuan dan kesatuan, serta jangan berpikir ke wacana yang lain atau pun sampai terkontaminasi terhadap paham-paham separatis yang bisa merugikan diri sendiri dan keluarga,” pesan Yopi.
Ketua Daerah I AMGPM Klasis Ambon Timur, Stephen Laturake menyampaikan materi tentang Konteks Nasionalisme dalam ke-Kristen-an bagi Generasi Muda di Maluku.
Menurutnya, nasionalisme dalam konteks kekristenan melalui generasi muda gereja, dalam menjamin kemauan dan kekuatan untuk mempertahankan keanekaragaman di Indonesia. Guna melawan musuh dan pengaruh paham-paham kontra pemerintah, sehingga dapat melahirkan semangat rela berkorban.
Ajak Jemaat Jauhi Separatisme
“Melalui sikap generasi muda gereja yang memiliki ketahanan iman, sosio ekonomi, sosio budaya dan sosio poltik untuk mewujudkan tanggung jawabnya dalam kehidupan bergereja, berbangsa dan bernegara. Untuk itu, kita harus siap berjuang dalam mengawal semua kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan masa depan Maluku. Dan mendorong agar terwujudnya pembangunan yang berkeadilan dan bekelanjutan di Maluku,” pesannya.




