banner 728x250

Anggota TNI Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Benteng Amsterdam

  • Bagikan
ANGGOTA TNI
Anggota Koramil 1504-05 Leihitu Kodim 1504 Pulau Ambon dan warga membersihkan Benteng Amsterdam di Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (11/10/2021). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Anggota TNI bersama warga membersihkan situs bersejarah Benteng Amsterdam di Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (11/10/2021).

Aksi bersih-bersih Benteng Amsterdam oleh prajurit Koramil 1504-05 Leihitu Kodim 1504 Pulau Ambon.

Gotong royong TNI dan anggota Koramil bersama warga untuk tetap menjaga kebersihan dan melestarikan benteng peninggalan Belanda tersebut.

BACA JUGA:

Beda Pilihan dengan DPD, Kader Golkar Ini Dukung Murad-Richard di Pilgub Maluku – sentraltimur.com

Sekjen AMAN Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap Masyarakat Adat Rendu Nagekeo – kliktimes.com

“Benteng Amsterdam ini memiliki nilai sejarah yang snagat tinggi. Kita sengaja membersihkannya untuk agar tetap terawat,” kata Danramil Leihitu, Kapten Arm Suryanto kepada wartawan.

Menurutnya benteng Amsterdam merupakan salah satu situs serajah yang harus tetap terjaga dan dilestarikan. Sebab benteng yang tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

“Benteng ini sangat bersejarah dan karena itu kita semua harus menjaga dan melestarikannya,” ujarnya.

Benteng Amsterdam pertama dibangun pasukan Portugis oleh Fransisco Serarro pada tahun 1512 sebagai loji untuk menampung rempah-remah seperti cengkih dan pala.

Namun setelah penjajah Belanda masuk ke Maluku dan menguasai wilayah Maluku, pada tahun 1605, benteng tersebut Belanda sepenuhnya menguasainya. Benteng Amsterdam kemudian beralih fungsi sebagai tempat pertahanan.

Pengelola Benteng Amsterdam, Damri Lating, mengaku sangat senang dan mengparesiasi aksi bersih-bersih oleh anggota Koramil Leihitu.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI karena sudah membersihkan tempat bersejarah ini,” kata Damri.

Mengutip Wikipedia, Benteng Amsterdam adalah bangunan kedua yang didirikan oleh Belanda setelah Casteel Vanveere di Negeri Seith hancur.

Bangunan ini merupakan salah satu bangunan tua yang berusia ratusan tahun dan merupakan bagian dari sejarah penguasaan VOC di Ambon.

Benteng Penting Bagi Portugis

Bangunan ini sangat berarti bagi Portugis. Karena pada masa itu, Teluk Ambon merupakan jalur keluar-masuk kapal-kapal dagang di Maluku. Daerah ini oleh Portugis sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dan basis pertahanan dalam menghadapi serangan kapal asing. 

Seiring berjalannya waktu, masyarakat Maluku menderita oleh keserakahan Portugis dalam memperoleh keuntungan atas rempah-rempah di Nusantara. 

Akhirnya hingga akhir abad ke-16 rakyat Maluku melakukan perlawanan terhadap Portugis. Situasi ini oleh Belanda untuk memenangkan hati masyarakat Maluku dan menjejakkan riwayatnya di tanah Maluku. 

Setelah Belanda datang dan menguasai Pulau Ambon pada tahun 1605, mereka mengalahkan Portugis dan mengambil alih loji Portugis tersebut. Mereka mengubahnya menjadi kubu pertahanan oleh Gubernur Jenderal Jaan Ottens pada tahun 1637. 

Hal ini juga di dukung dengan terbentuknya Verenigde Oostindische Compagnie (VOC). Perubahan fungsi loji karena saat itu sedang terjadi pertempuran antara Belanda dengan Kerajaan Tanah Hitu atau Kerajaan Hitu. Pertempuran tersebut terjadi pada tahun 1633-1654 dan dari Kerajaan Hitu pimpinan Kapitan Kakialy. (MMS)

  • Bagikan