banner 728x250

Bupati Malra Ingatkan OPD Program Harus Berdampak Langsung ke Masyarakat

Ingatkan OPD
◀ sentraltimur.com
SPACE IKLAN (468px X 60px) Hubungi: 0811-4715-888

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menetapkan 2026 sebagai momentum konsolidasi pemerintahan sekaligus percepatan kerja nyata yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Masalah Sosial dan Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor Bupati Maluku Tenggara, Senin (25/5/2026).

Bupati Thaher menegaskan tidak ada lagi ruang bagi pola kerja seremonial maupun narasi tanpa tindakan nyata. Seluruh OPD diminta bekerja cepat, terukur, terkoordinasi, dan menghasilkan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Tahun 2026 adalah tahun konsolidasi dan percepatan kerja nyata. Program harus menghasilkan dampak nyata, bukan sekadar laporan dan presentasi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor di bawah kendali Sekretaris Daerah. Menurutnya, koordinasi tersebut diperlukan untuk mencegah ego sektoral dan memastikan seluruh perangkat daerah bergerak dalam arah yang sama. “Tidak ada OPD yang boleh berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi lintas sektor adalah kewajiban,” ujarnya.

Thaher mengatakan pembentukan tim kerja harus diarahkan untuk mempercepat penyelesaian persoalan masyarakat, bukan menambah struktur birokrasi. Pemerintah daerah, kata dia, menerapkan prinsip “miskin struktur, kaya fungsi” dengan penilaian yang berorientasi pada kapasitas dan hasil kerja.

Penanganan masalah sosial menjadi salah satu agenda utama. Dinas Sosial diminta memperkuat sinergi dengan OPD terkait, aparat keamanan, pemerintah kecamatan, pemerintah ohoi, tokoh agama, hingga fasilitas kesehatan.

Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian meliputi penanganan anak terlantar dan kenakalan remaja, perlindungan penyandang disabilitas dan lansia telantar, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta pencegahan peredaran minuman keras, narkoba, dan potensi konflik sosial. “Pencegahan lebih penting daripada penanganan setelah masalah membesar,” kata Thaher.

✈
Ikuti Berita Sentral Timur Dapatkan berita terbaru langsung melalui Channel Telegram Sentral Timur.
Gabung Channel