banner 728x250

Bupati Malra Sambangi Ditjen SDA Bahas Infrastruktur Air & PSN Maluku

BUPATI MALRA
◀ sentraltimur.com
SPACE IKLAN (468px X 60px) Hubungi: 0811-4715-888

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan sejumlah kepala daerah di Maluku menghadiri pertemuan dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum.

Pertemuan yang berlangsung di Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (11/5/2026), membahas kebutuhan pembangunan infrastruktur sumber daya air di Maluku, mulai dari pengendalian abrasi, penyediaan air bersih, hingga pengembangan infrastruktur pendukung sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sejumlah PSN yang turut menjadi pembahasan antara lain pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela, Bendungan Way Apu, serta Ambon New Port.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan, Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru merupakan salah satu proyek penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

“Diperkirakan pada tahun 2027 bendungan itu sudah dapat berfungsi dan mengairi sekitar 10 ribu hektare lahan persawahan. Ini tentu menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujar Hendrik.

Menurutnya, Kabupaten Buru bersama Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, dan Seram Bagian Timur merupakan wilayah yang menjadi sentra pangan utama di Provinsi Maluku.

Selain sektor pangan, Hendrik menyoroti tantangan pembangunan infrastruktur di Maluku yang memiliki karakteristik sebagai provinsi kepulauan. Dengan jumlah pulau lebih dari 1.400 dan wilayah laut mencapai lebih dari 92 persen, pembangunan infrastruktur membutuhkan dukungan dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi geografis Maluku.

“Dampak perubahan iklim sangat kami rasakan, terutama masyarakat pesisir yang menghadapi ancaman abrasi,” katanya.

Hendrik mengatakan abrasi di sejumlah wilayah pesisir Maluku semakin masif dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, diperlukan dukungan pemerintah pusat melalui pembangunan talud pengaman pantai maupun penanganan bantaran sungai.

Persoalan akses air bersih juga menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil. “Masih banyak masyarakat di pulau-pulau kecil yang kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Hendrik.

✈
Ikuti Berita Sentral Timur Dapatkan berita terbaru langsung melalui Channel Telegram Sentral Timur.
Gabung Channel
Penulis: REDAKSIEditor: ANTO