banner 728x250

Dua Menteri Kunjungi Ambon, Bahas Pembangunan New Port dan LIN Maluku

  • Bagikan
DUA MENTERI
Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Maluku Murad Ismail dan sejumlah pejabat daerah di Maluku rapat koordinasi di VVIP Bandara Pattimura Ambon, Kamis (7/10/2021). (FOTO: HUMAS PEMPROV MALUKU)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Dua menteri kabinet Indonesia bersatu mengunjungi kota Kota Ambon, Kamis (7/10/2021). Kunjungan kerja itu untuk meninjau kesiapan pembangunan Ambon New Port dan program Lumbung Ikan Nasional (LIN).

Sebelum mengunjungi Ambon, Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (6/10/2021).

Keduanya terbang dari Bandara Karel Sadsutubun Langgur dan tiba Bandara Pattimura Ambon dengan menggunakan jet pribadi pukul 08.50 WIT.

BACA JUGA:

Universitas Pattimura Lantik dan Ambil Sumpah 15 Dokter Baru – sentraltimur.com

PT Waskita Karya Raih Kontrak Rp460 Miliar, Tangani Banjir Rob – kliktimes.com

Tiba di Bandara Pattimura, rombongan disambut Gubernur Maluku Murad Ismail, Kapolda Maluku Irjen. Pol. Refdi Andri, Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Bambang Ismawan dan sejumlah pejabat Maluku.

Rombongan menuju room VVIP Bandara untuk rapat koordinasi. Rapat membahas kesiapan rencana pembangunan Pelabuhan Ambon New Port dan program LIN yang berlokasi di antara Desa Waai dan Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Hadir juga dalam Rakor, Penasehat Khusus Kemenko Marves Marsetio, Anggota DPR RI Komisi IV Saadiah Uluputy, Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal, Bupati Buru Ramly Umasugi dan para pejabat lainnya.

Usai Rakor, Menko Luhut dan Menteri Budi kembali bertolak menuju Jakarta sekitar pukul 10.30 WIT.

Industri Rumput Laut di Maluku Tenggara

Sebelumnya Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi menargetkan pengembangan industri rumput laut atau seaweed estate di Kabupaten Maluku Tenggara sudah mampu beroperasi tahun 2022.

“Setelah ini kami bersama-sama dengan Pemda Malra menyusun masterplan untuk menentukan titik-titik produksi dan model produksi secara modern. Dan juga pengembangan dari sisi infrastruktur, baik bandara maupun jalan,” kata Asisten Deputi Kemenko Marves Muhammad Rahmat Mulianda di Langgur, Maluku Tenggara.

Ia menjelaskan rumput laut merupakan komoditas unggulan nasional yang dalam RPJMN tahun 2020-2024 yang perlu dikembangkan.

Maluku Tenggara (Malra) termasuk sebagai sentra rumput laut yang harus mendapat atensi yang kaitannya dengan integrasi program LIN di Maluku.

“Maluku juga merupakan kontributor ke-6 produsen rumput laut nasional,” kata Mulianda.

Menurut Mulianda, dengan potensi pengembangan rumput laut yang begitu luas potensi rumput laut dapat dikembangkan di Malra.

“Oleh karena itu kami mengambil titik fokus di Malra karena potensinya. Dan itu juga menjadi harapan Pak Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Malra kita dukung penuh untuk dikembangkan industri rumput laut dari hulu ke hilir atau seaweed estate,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, dengan pengembangan industri rumput laut, Malra menjadi lumbungnya rumput laut. Dan hasil dari kabupaten lainnya pengolahannya bisa di Malra dan ekspor. Tidak lagi rumput laut ini dibawa ke Makassar atau Jawa Timur.

“Dalam tahun depan ini sudah bisa jalankan seaweed estate. Terkait model pengelolaan akan datang investor yang siap untuk bekerja sama,” katanya. (MMS)

  • Bagikan