Anggota DPRD SBT Ahmad Voth menegaskan masalah ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, jika ini dibiarkan SBT bakal tidak dianggap oleh korporasi bermental jahat.
“Daerah ini harus kita selamatkan. Aset-aset yang ada (milik kita). Kita pung (punya) barang (SDA), orang membohongi kita. Jika DPRD hanya diam dan acuh tak acuh, maka suatu saat nanti potensi yang ada di perut bumi di negeri ini (kita) akan selalu dibohongi oleh koorporasi, orang-orang yang mencuri lalu pergi tinggalkan daerah ini,” tegas politisi Partai Gerindra.
Dia mendorong DPRD SBT segera mengeluarkan rekomendasi untuk menggandeng investor lain yang bisa menghidupkan kembali Kalrez. “Ada yang datang dan menyampaikan anaknya tidak dapat melanjutkan kuliah karena (tidak punya biaya) bapaknya (karyawan PT Kalrez Petrolium) tidak mendapatkan gaji. Anaknya terpaksa harus di-DO (dikeluarkan statusnya sebagai mahasiswa) oleh pihak kampus,” ungkap Voth. (AIN)




