TIAKUR, SENTRALTIMUR.COM – Kabupaten Maluku Barat Daya tepat berusia 16 tahun, Minggu (21/7/2024).
Di usia yang masih muda itu, berbagai inovasi dan terobosan pembangunan diberbagai sektor digalakan Bupati dan Wakil Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach-Agustinus Lekwarday Kilikily.
Hasilnya, selain peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, lapangan kerja serta sektor lainnya seperti proyek infrastruktur dan sarana prasarana dasar lainnya, saat ini tengah dinikmati masyarakat di desa dan dusun.
Bupati Noach mengatakan usia MBD ke-16 tahun telah memberikan ruang capaian kemajuan pembangunan yang signifikan.
Ini tergambar dari indikator makro daerah yang menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi MBD tahun 2023 berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2023.
Pertumbuhan ekonomi bergerak positif dan mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2020 sebesar negatif 0,13 persen dan di 2023 naik menjadi 24,85 persen.
Dia memaparkan pertumbuhan ekonomi tanpa industri logam dasar pada tahun 2020 sebesar negatif 0,13 persen dan pada tahun 2023 naik menjadi 4,56 persen.
PDRB per kapita yang menggambarkan rata-rata PDRB yang diterima oleh seluruh penduduk MBD tahun 2021 mencapai Rp 23,96 juta dan pada 2023 naik menjadi Rp 33,43 juta.
“Secara umum indeks pembangunan manusia MBD terus mengalami kemajuan. IPM meningkat dari 65,14 poin pada tahun 2021 menjadi 66,71 poin pada 2023,” jelas Noach dalam rapat paripurna khusus DPRD MBD menyambut HUT MBD, Sabtu (20/7/2024).
Kendati begitu, dia katakan, pembangunan di MBD masih diperhadapkan dengan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi. Namun demikian dari tahun ke tahun pada 2020 persentase mengalami penurunan.
”Penduduk miskin sebesar 29,55 persen atau sebanyak 21,37 ribu jiwa dan pada tahun 2023 turun menjadi 28,78 persen atau 21,23 ribu jiwa,” sebut Noach.
Beberapa strategi dan kebijakan yang diambil dalam upaya penurunan angka kemiskinan antara lain, memberikan insentif kepada para kepala soa, dan saniri. “Kita juga memberikan asuransi dalam bentuk program BPJS Ketenagakerjaan kepada 1.372 tukang tipar, dan 2.773 nelayan serta 2.641 tenaga kontrak daerah,” katanya.




