Pemeriksaan kesehatan ini dalam rangka persiapan pelantikan dan orientasi kepemimpinan. Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan, pemeriksaan kesehatan pada hari kedua diperuntukkan bagi kepala daerah yang berasal dari wilayah Indonesia Timur. Daerah tersebut meliputi Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Dia menyampaikan, meskipun terdapat beberapa kendala di lapangan seperti faktor cuaca, pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan berjalan lancar. “Di luar ada hujan, mungkin ada tersendat-sendat begitu. Tapi sekarang sudah mengalir lagi. Kita berharap akan selesai ya (pemeriksaannya),” katanya menukil Antara.
Berdasarkan pantauannya, masih ada beberapa kepala daerah yang belum hadir. Namun, pihaknya tetap memastikan semua kepala daerah menjalani pengecekan kesehatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Hari ini saya mendapatkan laporan juga, ada beberapa (kepala daerah) belum hadir. Tentu kita tunggu sampai sore, begitu ya, bagi yang belum hadir ini. Kita yang paling penting itu kita tunggu hasil medical check up-nya secara keseluruhan,” ujarnya.

Bagi pasangan kepala daerah yang belum hadir hingga waktu pelayanan, pemeriksaan akan tetap dilakukan di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh pasangan kepala daerah dalam kondisi sehat. “Kalaupun tidak hadir hari ini, akan kita cek nanti di Magelang,” tambahnya.
Bima mengungkap hasil pengecekan kesehatan terhadap 944 kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Menurut Bima, masih ada 17 kepala darah lainnya yang belum diperiksa kesehatannya.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa sekitar 30% kepala daerah atau wakilnya memiliki kadar kolesterol tinggi. Selain itu, para kepala daerah juga memiliki kadar asam urat dan gula darah yang cukup tinggi. (TPC/ANT/RED)
Ikuti berita sentraltimur.com di Google News




