banner 728x250

Maaf, Belum Memenuhi Ekspektasi, Terima Kasih Atas Segala Dukungan

  • Bagikan
BELUM MEMENUHI
Penulis: M. Ikhsan Tualeka, Presiden Maluku FC/Direktur Beta Sport. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

Kita bisa lihat belakangan ini, dari kota hingga negeri/desa atau pelosok, sepakbola makin bergeliat, menjadi satu sinyalemen yang positif. Bahkan ada klub bola liga utama Indonesia, dan koresponden Feyenoord di Belanda pun menghubungi MFC untuk bekerjasama dalam pembinaan usia dini.

Semua ini adalah langkah maju. Harapannya, semua proses yang sudah dilalui MFC sejauh ini, dapat menjadi bahan evaluasi bagi semua stakeholder di Maluku. MFC sendiri juga baru berdiri satu tahun, tentu tak bisa dibandingkan dengan klub-klub besar lainnya yang sudah lama berdiri dan jauh lebih siap.

Membangun kultur dan atmosfer sepakbola yang baik di satu daerah tak semudah membalik telapak tangan. Ke depan pelbagai pihak harus bisa urun-rembuk, meningkatkan kolaborasi, melepaskan ego pribadi dan sektoral agar sepakbola Maluku dapat berjaya.

Apalagi sepakbola adalah industri yang butuh sentuhan dan keberpihakan dari berbagai elemen; pemerintah, swasta dan insan sepakbola itu sendiri. Sebagai sebuah ekosistem tentu harus saling menopang dan mendukung.

LANGKAH KEDEPAN

Sebelumnya saya mau tegaskan lagi bahwa MFC telah dicurangi saat lawan Persedikab. Bukti kecurangan yang berujung ricuh adalah wasit yang memimpin pertandingan itu telah diberi sanksi dan dipulangkan. Sementara 1 pemain Maluku FC dihukum tidak bermain dalam satu pertandingan berikutnya.

Satu hal yang paling membuat sedih dan kecewa sebenarnya adalah kenapa teganya Maluku dicurangi dalam pertandingan pertama di putaran 32 besar itu. Dipaksa bermain dengan jumlah pemain yang tidak seimbang, di atas waktu injury time 4 menit yang sudah terpajang di papan pengumuman dan disampaikan lewat pengeras suara.

Harusnya ada empati pada tim tamu yang sudah datang dari jauh, menghabiskan anggaran yang tidak sedikit untuk transportasi dan akomodasi, meski dari daerah yang relatif miskin dan tertinggal. Sementara tuan rumah, pemain dan official bisa berangkat dari rumah masing-masing.

Bila tak dicurangi, dan hasil akhir imbang sesuai dengan alokasi waktu, akan ada asa atau harapan. Dengan begitu MFC lebih bersemangat untuk bisa menang pada pertandingan berikutnya. Kalah akibat dicurangi dan terjadi kericuhan tentu saja berpengaruh pada mental dan psikologi pemain.

  • Bagikan