banner 728x250

Penasehat Hukum Kecewa, Aktivis HMI Ambon Divonis 8 Bulan Penjara

  • Bagikan
Penasehat Hukum
Sidang aktivis HMI cabang Ambon Risman Soulissa di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (6/9/2021). (FOTO: SENTRALTIMUR.COM)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Tim penasehat hukum Risman Soulissa kecewa dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon.

Risman Soulissa, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Ambon itu divonis delapan bulan penjara oleh hakim pada Jumat (22/10/2021).

Risman terjerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), buntut protes kebijakan PPKM dan seruan demonstrasi menurunkan Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA:

Jokowi Minta Harga PCR Rp300 Ribu, Ini Jawaban Kemenkes – sentraltimur.com

Wali Kota Malang Kena Denda Rp 25 Juta, Bersalah Langgar PPKM – kliktimes.com

Menanggapi putusan hakim, salah satu panasehat hukum terdakwa, Hamid Fakaubun mengaku kecewa dengan putusan hakim yang memvonis kliennya delapan bulan penjara di potong masa tahanan.

Menurut Hamid putusan hakim terhadap Risman tidak mempertimbangkan sejumlah fakta persidangan.

“Kita kecewa dengan vonis hakim, karena tidak mempertimbangkan fakta-fakta persidangan. Tentu selaku penasehat hukum dengan melihat semua fakta persidangan kita berharap klien kita bebas dari segala tuntutan. Tapi faktanya dia dihukum,” kata Hamid kepada sentraltimur.com, Selasa (26/10/2021).

Hamid menjelaskan, saat ini tim kuasa hukum sedang membahas masalah tersebut guna memutuskan apakah akan melakukan banding atas putusan hakim atau tidak.

“Kita akan rapat membahas masalah ini karena kemarin saat hakim bertanya kita menjawab masih pikir-pikir. Sudah koordinasi dan keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada tim penasehat hukum. Kita tunggu direktur LBH dan akan putusan langkah selanjutnya,” ungkapnya.

Risman Tiga Bulan Mendekam di Lapas

Risman sudah tiga bulan menjalani penahanan di Lapas Ambon.  Apabila tim kuasa hukum memutuskan menerima putusan hakim, maka hukuman yang harus Risman Solissa jalani tersisa lima bulan.

ini mahasiswa semester akhir di Universitas Pattimura, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Lapas untuk mempermudah studi kliennya itu.

“Kita akan bicara dengan pimpinan Lapas karena Risman ini statusnya mahasiswa semester akhir. Kita tentu berharap dia bisa melakukan aktivitas studinya juga karena ada hal-hal yang urgen yang harus lakukan di kampus,” kata Hamid.

  • Bagikan