JAKARTA, SENTRALTIMUR.COM – PT Maluku Energi Abadi (Perseroda) atau MEA kembali menegaskan komitmennya memperjuangkan hak masyarakat Maluku atas Participating Interest (PI) 10 persen pada tiga wilayah kerja (WK) migas strategis, yakni WK Bula, WK Seram Non Bula, dan WK Masela.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pertemuan antara Direktur Utama PT MEA, Muhamad Armyn Syarif Latuconsina dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman di Kantor Ditjen Migas, kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026).
Pertemuan difasilitasi tokoh muda Maluku yang juga Kepala Badan Layanan Umum (BLU) LEMIGAS, Muhammad Iksan Kiat. Dalam pertemuan itu, Direktur Utama MEA yang akrab disapa Sam didampingi Komisaris MEA, Abd. Azis Hentihu dan Fachri Husni Alkatiri.
Fachri hadir dalam kapasitasnya sebagai Bupati Seram Bagian Timur (SBT), sekaligus pemegang saham 50 persen pada anak perusahaan pengelola PI 10 persen WK Bula dan WK Seram Non Bula.
Fokus utama pertemuan tersebut adalah mendorong percepatan persetujuan pengalihan PI 10 persen yang menjadi hak daerah penghasil migas sesuai ketentuan perundang-undangan.
Sebagai BUMD energi milik Pemerintah Provinsi Maluku, MEA dibentuk untuk menerima dan mengelola PI 10 persen pada wilayah kerja migas yang berada di Maluku, yaitu WK Bula, WK Seram Non Bula dan WK Masela.
Sam menegaskan perjuangan mendapatkan PI 10 persen bukan semata-mata kepentingan bisnis perusahaan, melainkan upaya memastikan kekayaan sumber daya alam Maluku memberikan manfaat nyata bagi masyarakat daerah.
“Setiap kemajuan PI 10 persen berarti membuka ruang bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah, pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan kapasitas daerah dalam industri migas nasional,” kata Sam dalam pertemuan tersebut.
Instruksikan Tiga Langkah Percepatan
Dalam pertemuan itu, Dirjen Migas Laode Sulaeman menunjukkan respons luar biasa dengan langsung memanggil Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, Ariana Soemanto untuk menindaklanjuti tiga agenda strategis yang berkaitan dengan realisasi PI 10 persen.



