banner 728x250

Wagub Maluku Buka Bakti TNI AD di MBD, Dorong Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan dan Kesejahteraan

Bakti TNI
◀ sentraltimur.com
SPACE IKLAN (468px X 60px) Hubungi: 0811-4715-888

TIAKUR, SENTRALTIMUR.COM – Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, menegaskan percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan membutuhkan kolaborasi nyata antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Bakti TNI AD bukan sekadar bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan, terutama di wilayah yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses pelayanan dasar,” kata Vanath saat memimpin upacara pembukaan kegiatan Bakti TNI Angkatan Darat untuk Rakyat Tahun 2026 di Lapangan Kalwedo, Kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya, Rabu (7/10/2026).

Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, Vanath menyampaikan apresiasi kepada TNI AD, khususnya Kodam XV/Pattimura, atas inisiatif dan komitmen menyelenggarakan kegiatan tersebut di Maluku.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata pengabdian TNI kepada negeri, sekaligus penegasan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. Sinergi ini menjadi kunci dalam mendukung percepatan pembangunan, menguatkan rasa kepedulian, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah,” ujar Vanath.

Sasaran kegiatan Bakti TNI AD mencakup sejumlah kebutuhan strategis masyarakat, mulai dari peningkatan konektivitas antarwilayah, penyediaan akses air bersih, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, hingga penataan lingkungan yang bersih dan sehat.

Berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah. “Semua ini akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat Maluku dan semakin mengokohkan kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menjaga ketahanan wilayah,” katanya.

Karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan dengan wilayah yang tersebar menuntut pendekatan pembangunan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan keadilan sosial.

✈
Ikuti Berita Sentral Timur Dapatkan berita terbaru langsung melalui Channel Telegram Sentral Timur.
Gabung Channel