banner 728x250

Waspada! Gelombang 3 Covid-19 Terjang Indonesia Akhir 2021

  • Bagikan
Gelombang 3
Ilustrasi bakteri Covid-19 gelombang ketiga. (FOTO: ISTOCK/STOCKCRAFTER)
banner 468x60

JAKARTA, SENTRALTIMUR.COM – Gelombang 3 Covid-19 dipresiksi bakal menerjang Indonesia pada akhir tahun 2021.

Kementerian Kesehatan menyebut kondisi Covid-19 Indonesia kini sudah membaik, kembali bak awal kemunculan pandemi Covid-19 Juni-Juli 2021. Namun Indonesia sudah pasti bakal berhadapan dengan gelombang ketiga yang tiba akhir 2021.

“Gelombang 3 itu sebuah keniscayaan. Karena kita melihat salah satu publikasi ilmiah sudah mengatakan pola penyakit Covid-19 akan menimbulkan beberapa gelombang,” kata juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam diskusi daring, Kamis (21/10/2021).

“Jadi tidak ada cukup dengan 1 puncak gelombang. Kemudian turun akhirnya kasusnya, ada tapi tidak kemudian meningkat tajam. Ini tidak terjadi pada penyakit Covid-19. Sudah katakan terjadi beberapa puncak penyakit Covid-19 ini,” sambungnya melansir detik.com.

BACA JUGA:

75 Pembalap Sepeda Bertarung di Tour de Moluccas – sentraltimur.com

Lindungi Konsumen, Ungkap Puluhan Ribu Depot Air Minum Tidak Higienis – kliktimes.com

Dia mengingatkan, negara-negara yang sudah memiliki cakupan vaksinasi Covid-19 relatif tinggi seperti Inggris, Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara di Eropa pun kini berhadapan kembali dengan Covid-19 akibat varian Delta. Namun memang berkat vaksinasi, kasus kematian dan derajat kesakitan relatif lebih rendah.

Indonesia memiliki sejumlah momen rawan mobilitas yang bisa menjadi pemicu kembalinya lonjakan kasus Covid-19. Tak lain, momen libur Natal dan Tahun Baru di penghujung 2021.

“Biasanya setelah perayaan hari-hari besar itulah muncul peningkatan kasus. Kemungkinan nanti di akhir tahun ada Natal, dan terakhir adalah liburan akhir tahun. Di mana mobilitas dan pergerakan sangat tinggi,” beber Nadia.

“Ini yang menyebabkan keniscayaan akan gelombang-3 pasti terjadi. Tentunya kita haus terus menerus mengingatkan masyarakat bahwa pademi ini belum selesai. Kondisi sekarang sudah membaik bukan berarti kita sudah memenangkan peperangan Covid-19,” pungkasnya.

105 Daerah Kasus Covid-19 Naik

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan menilai kasus Covid-19 sejauh ini terkendali. Jika dibandingkan dengan puncak kasus Covid-19  di Juli kemarin, angkanya menurun hingga 98 persen.

  • Bagikan