AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Setelah kurang lebih empat jam diblokade warga Desa Kaibobo, ruas jalan Trans Seram yang berada di Waisarisa, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku akhirnya kembali dibuka, Kamis (25/9/2025).
Pembukaan blokade jalan dilakukan setelah Bupati SBB Asri Arman bersama Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifi dan Dandim 1513 Letkol Inf. Rudolf G Paulus menemui massa untuk bernegosiasi dan mendengarkan aspirasi mereka.
“Pemblokiran jalan sudah dibuka kembali,” kata Kapolres SBB, AKBP Andi Zulkifi dihubungi sentraltimur.com via telepon, Kamis siang.
Pembukaan bolakde jalan dilakukan setelah pihaknya bersama pemerintah daerah dan TNI bernegosiasi dengan warga Kaibobo. “Betul, setelah negosiasi dengan warga akhirnya jalan dibuka,” ujarnya.
Aksi pemblokiran jalan oleh warga menyebabkan akses transportasi darat yang menghubungkan lima kecamatan dengan ibu kota kabupaten SBB, lumpuh. Begitu juga warga sejumlah kecamatan di bagian barat yang hendak menuju Kota Ambon melalui akses dermaga Hunimua di Kecamatan Kairatu tertahan.
Namun setelah blokade jalan dibuka, akses transportasi kembali normal dan kendaraan kini bisa kembali melintas. “Kendaraan sudah bisa melintas lagi,” ujar Andi.
Warga menggunakan mesin potong dan alat berat untuk membersihkan pohon yang menutup jalan raya. Batang pohon yang menghalangi badan jalan dipotong dan dipindahkan menggunakan alat berat.
Sekretaris Badan Pemusawaratan Desa (Saniri) Negeri Kaibobo Margaretha Seipattiratu mengakui blokade jalan kini telah dibuka kembali. “Sudah dibuka. Tadi tadi kita juga sudah sampaikan aspirasi kita kepada Pak Bupati, Pak Dandim dan Pak Kapolres di lokasi dan responsnya sangat baik,” katanya.

Pihaknya bersedia membuka blokade jalan setelah ada jaminan dari Dandim untuk membatalkan sementara rencana pembangunan batalyon TNI di lokasi petuanan adat desa Kaibobo sampai masalah tersebut diselesaikan.




