banner 728x250

4 Polisi Aniaya Warga Batu Merah Ditahan, Kapolda: Beri Sanksi Berat

  • Bagikan
Empat anggota Polri pelaku penganiayaan KR alias Karim, warga desa Batu Merah, kota Ambon ditahan Propam Polda Maluku. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif menegaskan akan memberikan sanksi berat kepada empat oknum polisi pelaku penganiayaan KR alias Karim, warga desa Batu Merah, kota Ambon.

Empat anggota Polri ini telah ditahan Propam Polda Maluku. Keempat oknum itu adalah Aipda MT, Bripda R, Bripda AP yang merupakan anggota Dit Samapta dan Bripda FFDT, anggota Brimob.

“Pasti akan diproses dan diberikan sanksi berat terhadap mereka sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Latif kepada wartawan, Rabu (22/11/2023).

Latif sangat menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi aksi penganiayaan dilakukan secara bersama-sama terhadap korban. “Saya sangat menyayangkan terjadinya kejadian tersebut,” ujarnya.

Tindakan tegas harus diberikan kepada empat anggota yang terlibat aksi penganiayaan agar menjadi pelajaran bagi anggota lainnya untuk tidak mengulangi kejadian yang sama. “Tindakan tegas diambil untuk pembelajaran bagi anggota yang lain,” ujarnya.

Menurutnya masih ada banyak anggota Polri yang baik, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap institusi serta bertanggungjawab dalam melayani masyarakat. “Karena masih banyak anggota Polri yang sudah memberikan dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap Korps Bhayangkara. Mereka bekerja dengan hati yang tulus dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, serta menegakkan hukum,” ujarnya.

Dia mengingatkan kepada anggota Polri di Maluku tidak lagi menyakiti hati masyarakat dan menghindari kesalahan sekecil apapun. Sebab siapa pun anggota yang berbuat kesalahan pasti akan dihukum sesuai perbuatannya.

Sebaliknya bagi anggota yang membuat prestasi dalam menjalankan tugas pasti akan diberikan penghargaan. “Saya sering menyampaikan hindari pelanggaran sekecil apapun. Jangan menyakiti hati rakyat, lindungi mereka, jaga mereka, layani mereka. Jalankan tugas dengan baik. Siapa yang bekerja dengan baik akan mendapatkan reward dan yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan punishment,” tegas Latif.

Latif berjanji Polda Maluku akan memberikan pendampingan kepada korban. “Polda akan memberikan pendampingan dan akan menemui korban untuk proses selanjutnya,” sebutnya. Sebelumnya KR alias Karim dianiaya sejumlah oknum polisi di pos Unit Patroli Reaksi Cepat (PRC) Polda Maluku di Jalan Sultan Hasanudin, Ambon pada Sabtu (17/11/2023) lalu.

Korban dipukuli berulang kali menggunakan tongkat, disetrum hingga kaki korban ditindih pakai meja. Korban dianiaya dan dipaksa untuk mengaku sebagai pelaku pencurian. (MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Google News

  • Bagikan