AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kota Ambon kini mengalami krisis keuangan yang merupakan warisan utang dari pemerintahan sebelumnya.
Imbasnya baru sebulan menjabat, Wali Kota Ambon dan Wakil Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena-Ely Toisutta “dihadiahi” utang ratusan miliar.
Utang itu meliputi tunggakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama 5 bulan, Anggaran Dana Desa (ADD) selama 4 bulan senilai Rp 24 miliar. Berikut gaji pegawai kontrak sebesar Rp 30 miliar dan utang pihak ketiga sebesar Rp 57 miliar. Total utang Pemkot Ambon mencapai ratusan miliar itu menjadi beban APBD.
“Secara keseluruhan terdapat beban utang sekitar Rp100 miliar yang harus diselesaikan melalui efisiensi anggaran,” kata Bodewin saat memimpin apel pagi ASN di Balai Kota Ambon, Senin (24/3/2025).
Dia menegaskan 17 program prioritas Pemkot Ambon yang digagasnya tetap menjadi fokus utama. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memastikan sisa anggaran dapat digunakan untuk merealisasikan program tersebut.
“Perencanaan ke depan harus lebih matang agar di tahun 2025 tidak ada lagi utang yang membebani keuangan daerah. Kita harus serius memperbaiki kota ini. Jangan sampai kita gagal dalam membuat perencanaan,” tegasnya.
Soal kebijakan efisiensi anggaran, kata Bodewin hal ini menyesuaikan dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto. Langkah efisiensi yang diterapkan Pemkot Ambon yaitu memangkas biaya perjalanan dinas hingga 50%, pengurangan anggaran alat tulis kantor dan penghematan biaya rapat serta konsumsi.
Bodewin mengingatkan ASN Pemkot Ambon bekerja maksimal melayani publik dan memaksimalkan efisiensi anggaran untuk memastikan pemerintahan berjalan optimal. “Saya ingin kita semua bekerja semaksimal mungkin untuk membuktikan bahwa jajaran Pemerintah Kota Ambon melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,” kata mantan Sekretaris DPRD Maluku ini.
Dia menegaskan tidak ada kompromi bagi ASN dan PPPK yang tidak bekerja dengan baik. Menurutnya TPP yang diberikan merupakan bentuk penghargaan atas kinerja, sehingga diharapkan pegawai bekerja dengan penuh dedikasi.




