banner 728x250

Bupati MBD Ingatkan Pelajar Hargai Perjuangan Pahlawan

BUPATI MBD
banner 468x60

TIAKUR, SENTRALTIMUR.COM – Upacara pembukaan pemusatan pendidikan dan pelatihan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) kabupaten Maluku Barat Daya digelar di Tiakur, Kamis (31/7/2025).

Bupati MBD Benyamin Thomas Noach mengatakan, terdapat ribuan siswa jenjang SMA di MBD tapi hanya 29 orang yang terpilih sekaligus menjadi pemuda-pemudi terbaik saat ini, menjadi harapan bangsa dan menjadi sebuah kehormatan besar.

“Laksanakan tugas ini sebaik mungkin, displin dan penuh dedikasi. Bangsa ini di masa lampau berjuang dengan darah dan air mata mewujudkan kemerdekaan Indonesia, yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Proklamasi, 17 Agustus. Ini bukan seremoni biasa namun menjadi hari di mana semua orang mengenang sulitnya bangsa ini berjuang keluar dari penjajahan,” tegas Noach.

Dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, jutaan orang mati hanya untuk dapat mengibarkan bendera Merah Putih, karena itu semua masyarakat harus menaikan puji dan syukur kepada Tuhan atas kemerdekaan yang diraih. “Kemerdekaan itu sangat penting karena kalau itu tidak ada maka kita orang pribumi tidak pernah jadi bupati, dandim dan kepala dinas di sini bahkan kita semua tidak bersekolah tinggi seperti ini,” jelasnya.

Bupati Noach mengingatkan Paskibraka akan dilatih, diberikan pelajaran tentang perjuangan bangsa. Tujuannya, untuk menghasilkan generasi muda masa depan bangsa yang tangguh, kuat, berdisiplin, bertakwa kepada Tuhan dan selalu mengabdikan diri hanya untuk Indonesia Raya.

“Apabila saudara ragu mengikuti pelatihan ini, atau ragu menjadi penerus bangsa ini, sebaiknya mengundurkan diri. Kita sedang memasuki masa-masa persaingan yang luar biasa besar dan ketat, masa di mana teknologi menentukan segala arah,” jelasnya.

Dengan perkembangan teknologi saat ini, batas-batas wilayah hampir tidak kelihatan. Orang bisa mempengaruhi, menginfiltrasi ideologi bangsa, bisa lewat media sosial dan lainnya yang tanpa sadar telah dicuci otaknya untuk tidak lagi mencintai bangsa maupun Pancasila.

Noach menjelaskan, era digital menghadirkan tantangan baru dalam menjaga rasa cinta Tanah Air. Oleh karena itu, perlunya menanamkan rasa cinta Tanah Air sebagai wujud bela negara kepada generasi muda.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram