banner 728x250

Bupati MBD Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Percepatan Penurunan Stunting

Penurunan Stunting
◀ sentraltimur.com
SPACE IKLAN (468px X 60px) Hubungi: 0811-4715-888

TIAKUR, SENTRALTIMUR.COM – Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Thomas Noach menegaskan percepatan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat.

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Penegasan itu disampaikan Noach saat membuka kegiatan Pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Kabupaten MBD tahun 2026 di Ruang Rapat Kantor Bupati MBD, Selasa (27/10/2026).

Menurut Noach, penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan pemberian makanan tambahan, susu, maupun obat-obatan. Upaya tersebut harus disertai pendampingan berkelanjutan, edukasi gizi, perbaikan pola asuh, serta perubahan kebiasaan konsumsi dalam keluarga.

Ia menekankan, keberhasilan program pencegahan stunting sangat bergantung pada keterlibatan seluruh unsur, mulai dari perangkat daerah, camat, kepala desa, organisasi perempuan dan kepemudaan, mahasiswa, dunia usaha, hingga masyarakat di tingkat desa.

Baca juga :  SIMAP MITAN MBD Diluncurkan, Perkuat Pengelolaan Data dan Pengawasan

“Pemerintah sendiri tidak bisa menyelesaikan stunting. Perlu kolaborasi. Pemerintah, pihak swasta, badan usaha, organisasi perempuan, organisasi pemuda, dan seluruh masyarakat harus bergandengan tangan untuk bersama-sama menyelesaikan stunting,” tegas Noach.

Pencegahan Dimulai Sejak Kehamilan

Noach mengingatkan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak masa kehamilan hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang menjadi fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Karena itu, pemenuhan gizi ibu dan anak perlu menjadi perhatian bersama. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan pangan lokal bergizi yang mudah diperoleh, seperti sayur kelor, bayam, telur, dan ikan, sebagai bagian dari pola konsumsi keluarga yang sehat dan seimbang.

Baca juga :  Pemprov Maluku Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Ini Harapan Menpora

Selain pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak melalui puskesmas serta posyandu juga perlu ditingkatkan untuk mendukung deteksi dini dan pemantauan tumbuh kembang anak.

Ia meminta camat dan kepala desa lebih aktif mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan pendampingan. Bantuan dan intervensi harus diberikan secara tepat sasaran agar keluarga yang paling membutuhkan memperoleh dukungan sesuai kondisi mereka.

Data Harus Akurat dan Terintegrasi

Selain intervensi gizi dan pelayanan kesehatan, Noach menyoroti pentingnya validasi serta sinkronisasi data stunting secara berkala. Data yang akurat diperlukan agar pelaksanaan program dapat dipantau, dievaluasi, dan dipertanggungjawabkan.

✈
Ikuti Berita Sentral Timur Dapatkan berita terbaru langsung melalui Channel Telegram Sentral Timur.
Gabung Channel