banner 728x250

Geramnya Menteri Bahlil Blok Masela Tak Segera Produksi, Ancam Cabut Izin Inpex

BLOK MASELA
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (ISTIMEWA)
banner 468x60

Hasil dari fase ini akan menjadi dasar teknis dan komersial untuk pelaksanaan FEED lanjutan dan memastikan integrasi teknologi likuefaksi yang canggih guna mengoptimalkan kinerja dan keandalan.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan, inisiasi FEED ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan Lapangan Abadi. Apalagi, blok Masela masuk dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) karena peran vitalnya dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Tahap ini penting untuk memastikan kesesuaian desain teknis terhadap kebutuhan komersial dan lingkungan, sekaligus menjadi langkah awal untuk mengakselerasi keseluruhan jadwal FEED,” kata Djoko dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (10/4/2025).

Inisiasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk segera disepakatinya Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) menuju Final Investment Decision (FID) di tahun depan. Ia menargetkan proyek ini onstream tahun 2030.

“Proyek ini tidak hanya selesai tepat waktu dan sesuai anggaran, tetapi juga menjadi benchmark sebagai proyek kelas dunia yang mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, dan keunggulan teknis,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden dan CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda mengatakan, Inisiasi FEED menjadi pencapaian penting yang menunjukkan kemajuan berkelanjutan dari Proyek Abadi Masela.

“Proyek ini akan memberikan nilai besar dalam memperkuat ketahanan energi nasional Indonesia,” ujar Takayuki Ueda, Presiden dan CEO INPEX Corporation.

Blok Masela dirancang menjadi proyek LNG pertama Indonesia yang menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak awal pengembangannya. Pendekatan ini akan memainkan peran penting mendorong target dekarbonisasi.

Ueda mengatakan, Inpex berencana untuk memulai tahapan FEED pada pertengahan tahun 2025 dan menargetkan pengambilan FID sebelum masuk ke fase rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan instalasi.

 

Mengenal Proyek Blok Masela

Blok Masela adalah sebuah proyek kilang Gas Alam Cair (LNG) di Pulau Nustual, Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku dan merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang bernilai 19,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp285 triliun.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram