Kontrak Blok Masela sudah ditandatangani sejak 16 November 1998 silam dan harusnya berakhir pada November 2028 atau selama 30 tahun. Namun, kontraktor kontrak kerja sama Blok Masela telah mendapatkan kompensasi waktu tujuh tahun ditambah perpanjangan kontrak selama 20 tahun, sehingga kontrak akan berakhir pada 15 November 2055.
Sebelumnya, pemegang interest Blok Masela ialah Inpex Masela Ltd, perusahaan yang berbasis di Jepang, sebesar 65 persen sebagai operator dan Shell Upstream Overseas Services Ltd (35 persen).
Dalam perkembangannya, dikutip dari laman Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) bermitra dengan Petronas Masela Sdn. Bhd. (PETRONAS Masela) berhasil menyelesaikan proses akuisisi sebesar 35 persen participating interest milik Shell Upstream Overseas Services Limited di Blok Masela.
Dengan demikian, PHE Masela telah secara resmi mengelola 20 persen participating interest (PI) dan Petronas Masela 15 persen PI di Blok Masela, Maluku.
Perjanjian jual beli ditandatangani pada 25 Juli 2023 dan persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas pengalihan PI diperoleh pada 4 Oktober 2023, seperti dikutip dari laman resmi Pertamina. (BSC/RED)




