AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Komisi II DPRD Provinsi Maluku mendorong pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau-pulau terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik secara optimal.
Pembangunan PLTS dinilai dapat menjadi salah satu solusi penyediaan listrik mandiri bagi masyarakat di wilayah kepulauan, terutama daerah yang sulit dijangkau jaringan PLN maupun distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias menyampaikan hal tersebut dalam rapat bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku di Gedung DPRD Maluku, Rabu (30/9/2026).
“Komisi II mendorong optimalisasi pembangunan PLTS di pulau-pulau yang sulit dijangkau jaringan PLN maupun distribusi bahan bakar,” kata Anos.
Namun, ia mengingatkan agar pembangunan PLTS tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Menurutnya, aspek pemeliharaan dan keberlanjutan operasional harus dipersiapkan sejak awal. “Harus dipastikan siapa yang memelihara, bagaimana ketersediaan baterai dan suku cadang, serta bagaimana sistem operasionalnya. Jangan PLTS dibangun hari ini, dua atau tiga tahun kemudian sudah tidak berfungsi karena tidak ada pemeliharaan,” ujarnya.
Anos secara khusus meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kebutuhan listrik di Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, termasuk pulau-pulau yang hingga kini masih mengalami keterbatasan pelayanan listrik.
Untuk wilayah kepulauan, ia mendorong adanya target peningkatan pelayanan listrik secara bertahap, mulai dari enam jam per hari menjadi 12 jam, hingga akhirnya mencapai 24 jam.
Dengan kondisi geografis Maluku, PLTS dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses listrik, terutama di wilayah yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional. Ia meminta setiap rencana pembangunan PLTS maupun penguatan jaringan listrik di wilayah kepulauan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Listrik Andal Dukung Ekonomi Nelayan
Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, Anos menyoroti pentingnya keandalan pasokan listrik untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor perikanan.




