AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Gubernur Maluku Murad Ismail mengunjungi dua negeri di wilayah Seram Selatan yang terlibat konflik warga, beberapa waktu lalu.
Negeri Sepa dan Tamilouw, kecamatan Amahai, kabupaten Maluku Tengah terlibat konflik sosial pada November 2021.
Mengunjungi dua negeri adat itu, Murad menyuarakan perdamaian dan mengakhiri konflik sosial.
Pemicu bentrokan berawal dari sengketa tapal batas kedua negeri. Pertikaian ini menelan korban jiwa, korban luka dan kerugian materiil.
Mengawali kunjungannya, Murad menyambangi Negeri Sepa, Selasa (18/01/2022). Murad didampingi istrinya Widya Pratiwi. Orang nomor satu di Maluku itu tiba di Sepa pukul 11.00 WIT. Mantan Dankor Brimob Polri dan rombongan itu disambut tarian adat cakalele oleh pemuda suku Nuaulu.
Ikut dalam rombongan Gubernur Murad, Sekda Maluku Sadli Ie dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemkab Maluku Tengah. Hadir pula Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury.
Dalam kunjungan itu Murad menggelar pertemuan bersama raja, tokoh adat dan tokoh pemuda Negeri Sepa. Mengawali pertemuan, Murad mengajak tokoh adat dan pemuda Sepa untuk mengakhiri konflik sosial yang kerap terjadi.
“Konflik sosial yang terjadi merupakan emosi sesaat tanpa perhitungan. Kondisi ini merupakan potensi negatif yang sedikit demi sedikit harus kita hapuskan,” imbau purnawirawan Polri bintang dua ini.
Minta Kedua Negeri Akhiri Konflik
Menurutnya pertikaian warga Sepa dan Tamilouw ini dipicu masalah ego. Karena itu tidak ada artinya warga dua desa bertetangga ini keukeuh mempertahankan ego.
“Saya minta kepada bapak raja, negeri ini harus jauh dari minuman keras. Saya juga datang di sini karena saya sayang negeri adat sehingga harus akhiri konflik ini,” tegas Murad disambut tepuk tangan tamu undangan.




