banner 728x250

Lima Ruas Jalan di Ambon Diperbaiki, Pemkot Siapkan Anggaran Rp20,50 Miliar

RUAS JALAN
Kepala Dinas PUPR Kota Ambon, Melianus Latuihamallo. (IST)
◀ sentraltimur.com
SPACE IKLAN (468px X 60px) Hubungi: 0811-4715-888

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kota Ambon mengalokasikan anggaran sebesar Rp20,50 miliar untuk menangani lima ruas jalan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah tahun 2026.

Program tersebut diharapkan menjawab kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan di sejumlah kawasan Kota Ambon, terutama ruas jalan yang mengalami kerusakan dan selama ini menghambat mobilitas masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon, Melianus Latuihamallo menjelaskan, lima ruas jalan tersebut sebelumnya telah diusulkan untuk mendapatkan pembiayaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pekerjaan Umum. Namun, akibat perubahan kebijakan pemerintah pusat, skema pendanaannya kemudian dialihkan melalui program Inpres Jalan Daerah.

Adapun lima ruas jalan yang masuk dalam program penanganan tahun 2026 berada di kawasan Waiheru, Nania, Wayame, Hative Besar, serta Jalan A.Y. Patty di Kota Ambon.

Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah akses menuju SMA Negeri 9 Ambon, SMP Negeri 24 Ambon, dan SD Muhammadiyah di kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala. Jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan penanganan segera.

“Jalan Waiheru yang menuju SMA Negeri 9, SMP Negeri 24, dan SD Muhammadiyah Ambon di Waiheru sudah kita usulkan pendanaannya melalui DAK. Saat itu sudah diproses, tetapi terkendala perubahan program nasional. Karena itu, pada 2024 kita kembali mengusulkannya melalui APBD dan dana Inpres daerah. Usulan tersebut akhirnya lolos dan tahun ini dikerjakan,” jelas Melianus, Senin (2/11/2026).

Ia mengatakan, koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku terus dilakukan. Saat ini, tahapan pelelangan proyek sedang diproses agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai.

Melianus berharap kondisi cuaca yang memasuki musim kemarau dapat mendukung pelaksanaan pekerjaan sehingga seluruh proyek berjalan sesuai jadwal.

Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah potensi kendala, terutama menyangkut ketersediaan material konstruksi. Wacana penutupan sejumlah sumber material dikhawatirkan dapat menghambat kelancaran pekerjaan. “Ini memang agak repot juga kalau sampai terkendala material. Tetapi mudah-mudahan tidak ada hambatan sehingga seluruh pekerjaan bisa berjalan sesuai harapan,” ungkapnya.

✈
Ikuti Berita Sentral Timur Dapatkan berita terbaru langsung melalui Channel Telegram Sentral Timur.
Gabung Channel