AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Provinsi Maluku mendapat sejumlah paket bantuan dari Kementerian Pertanian pada tahun 2026.
Bantuan dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian meliputi berbagai paket program dan bantuan langsung dengan sasaran untuk mendukung swasembada pangan nasional di Maluku.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengatakan paket bantuan tahun 2026 yang dialokasikan dari Kementerian Pertanian kepada Maluku meliputi program cetak sawah seluas 4.466 hektare. “Sasarannya di Kabupaten Maluku Tengah seluas 1.500 hektare, Seram Bagian Timur 1.966 hektare, dan Kabupaten Seram Bagian Barat 1.000 hektare,” kata Hendrik kepada awak media, Selasa (6/1/2026).
Selain program cetak sawah, Kementerian Pertanian juga mengalokasikan bantuan Survei Investigasi Desain (SID) optimasi lahan seluas 5.600 hektare serta konstruksi optimasi lahan seluas 3.926 hektare.
Bantuan tersebut akan difokuskan pada empat sentra padi sawah di empat daerah di Maluku yakni di Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, dan Kabupaten Buru.
Dukungan lainnya yang diberikan Kementerian Pertanian kepada Maluku yakni pembangunan dan penguatan infrastruktur pertanian berupa irigasi perpompaan sebanyak 196 unit, irigasi perpipaan 9 unit dan jalan usaha tani sepanjang 3.500 meter.
“Selanjutnya pelaksanaan SID irigasi tersier seluas 2.000 hektare, pemeliharaan irigasi tersier seluas 6.000 hektare, serta pembangunan dam parit atau long storage dan bangunan konservasi air sebanyak 6 unit yang tersebar di sejumlah kabupaten kota sebagai langkah antisipasi terhadap anomali iklim,” sebut Hendrik.
Menurut Hendrik paket bantuan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di daerah kepulauan seperti Maluku. “Pemerintah Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas dukungan yang diberikan. Bantuan ini sangat strategis dalam mendukung upaya percepatan swasembada pangan nasional, khususnya di Maluku,” ujarnya




