banner 728x250

Mendagri Tegur Gubernur Maluku, Ini Penyebabnya

  • Bagikan
MENDAGRI TEGUR
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian rapat virtual bersama Gubernur Maluku Murad Ismail membahas inflasi di Maluku, Senin (19/12/2022). (FOTO: TANGKAPAN LAYAR)
banner 468x60

JAKARTA, SENTRALTIMUR.COM – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegur Gubernur Maluku Murad Ismail. Teguran itu diberikan lantaran tingginya angka inflasi di Maluku.

Tito memberi peringatan kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Palangka Raya karena angka inflasinya pada November 2022 (year on year) sebesar 6,65%.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi nasional sebesar 5,42%.

Dia mencatat ada tiga masalah yang terjadi di Maluku sehingga inflasinya tinggi. Pertama transportasi udara yang mahal. “Saya akan ada rapat di Istana, saya akan menyampaikan kepada Menteri Perhubungan mengenai hal ini,” kata Tito dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/12/2022).

Kedua, dampak kenaikan harga BBM yang masih berimbas terutama kepada nelayan. “BBM mahal. Sehingga memang agak ironis mungkin Maluku penghasil ikan, tapi ada beberapa jenis ikan yang justru naik harganya,” kata mantan Kapolri ini.

Masalah ketiga, yaitu kenaikan harga tempe. Meski Badan Pangan Nasional (BPN) dan Kementerian Perdagangan menyebut harga kedelai secara psikologis telah menurun karena adanya impor, upaya intervensi lanjutan agar harga tetap terkendali perlu terus dilakukan.

Tito juga menyebut langkah-langkah lain yang dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku seperti rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), gerakan tanam, hingga penerbitan surat edaran gubernur.

“Kunci utama itu adalah langkah detail di lapangan. Jadi jangan sebatas pada rapat dan sebatas kepada surat, tapi langsung cek ke lapangan melihat detail angka-angka lapangan dan mencari solusi di lapangan,” ujar Tito mengutip wartaekonomi.co.id.

Inflasi Palangka Raya

Tingginya angka inflasi juga dialami Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada periode November 2022 sebesar 7,33%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi nasional sebesar 5,42%.

Di sisi lain, dalam atensinya kepada Palangka Raya, Tito menjelaskan tingginya inflasi yang terjadi di daerah tersebut disebabkan mahalnya ongkos angkutan udara.

Kemudian juga naiknya beberapa komoditas seperti beras mayang, cabai, bawang merah, hingga rokok kretek filter turut berdampak terhadap inflasi.

“Saya kira nanti Bapak Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Kepala Badan Pangan juga nanti akan memberikan atensi untuk bisa membantu. Rokok, ini memang kenaikan cukai tembakau, dibuat juga gerakan memang kita sudah membuat gerakan untuk mengurangi rokok untuk kesehatan,” katanya.

  • Bagikan