banner 728x250

Menyandang Status Narapidana Narkoba, Partai Demokrat Belum Usulkan PAW Wellem Wattimena dari DPRD Maluku

  • Bagikan
Wellem Wattimena, narapidana narkoba masih sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku. (FOTO: FACEBOOK)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Wellem Zefah Wattimena masih bisa bernapas lega. Meski menyandang status narapidana narkoba, jabatannya sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku belum tergantikan.

Wellem terbukti melakukan tindak pidana narkotika golongan satu jenis sabu. Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon pada Senin (10/5/2021), memvonis Wellem 10 bulan pidana penjara dengan ketentuan menjalani penahanan rehabilitasi medis di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Makassar, Sulawesi Selatan.

Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury memastikan belum ada usulan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap Wellem Wattimena yang diajukan DPD Partai Demokrat Maluku.

“Tidak ada pengusulan PAW terhadap Wellem dan pertanyaannya, siapa yang menonaktifkan bersangkutan?,” kata Wattimury di Ambon, Rabu (19/5/2021).
Meskipun tidak ada pengusulan PAW. Namun, menurutnya perlu mempelajari berbagai ketentuan untuk mendapatkan suatu kepastian terkait seorang anggota legislatif dinonaktifkan sementara bila terjerat hukum.

“Tetapi yang pasti untuk Wellem apakah itu berkaitan dengan PAW, bukan kewenangan DPRD melainkan ada pada DPD Partai Demokrat Maluku,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

sejauh ini lanjut Wattimury, belum ada pengusulan dari DPD Partai Demokrat Maluku untuk proses PAW Wellem, karena itu Wellem masih tercatat sebagai anggota DPRD Maluku.

“Kita tetap berpegang pada aturan yang ada di DPRD, di mana seseorang diusulkan untuk PAW itu karena meninggal dunia atau dipecat dan atau diusulkan oleh partai,” jelas Wattimury.

DPRD Maluku akan menunggu sikap DPD Partai Demokrat Maluku terhadap kasus hukum yang menjerat Wellem.

“DPRD tetap berpedoman pada sisi hukum dan mempelajari keputusan pengadilan seperti apa, tetapi mengenai status Wellem di DPRD itu merupakan kewenangan Partai Demokrat,” katanya.

Dalam sidang putusan, hukuman yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU yang meminta majelis hakim menghukum Wellem Wattimena selama 1,4 tahun penjara.

JPU mendakwa Wellem Pasal 127 Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. JPU meminta majelis hakim menghukum Wellem Wattimena karena perbuatannya tidak mendukung upaya pemerintah memberantas narkotika.

Wellem Wattimena dibekuk tim Satnarkoba Polresta Pulau Ambon di Bandara Pattimura Ambon, setelah tiba dari Jakarta, Senin (8/3/2021).

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti alat isap sabu yang disimpan di tasnya. Hasil tes urine Wellem Wattimena dinyatakan positif narkoba. (ANT/RED)

  • Bagikan