Aksi penyegelan kantor bupati itu berakhir setelah Pemkab SBB berkoordinasi dengan ahli waris pemilik lahan.
Ahli waris pemilik lahan membuka sendiri baliho yang terpasang di pintu pagar gerbang utama kantor bupati SBB. “Setelah koordinasi penyegelan (kantor bupati SBB) sudah dibuka,” kata Mansyur.
Ia memastikan permasalahan lahan tersebut akan diselesaikan, jika memang benar lahan itu milik ahli waris Laturette. “Permasalahan ini akan kita selesaikan agar kejadian seperti ini tidak lagi terulang,” ujarnya.
Setelah aksi penyegelan berakhir, ASN dan pegawai honorer telah kembali berkantor. Aktivitas di kantor bupati SBB kini berjalan normal. (FAS)




