banner 728x250

Pengusaha Maluku Calon Kuat Menteri Investasi, Dulunya Sopir Angkot

Bahlil Lahadalia
banner 468x60

JAKARTA, SENTRAL TIMUR.COM – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Kementerian Investasi. Rencana tersebut telah disetujui DPR dalam rapat paripurna penutupan masa sidang IV tahun 2020-2021.

Namun, sampai hari ini Jokowi belum mengumumkan sosok yang akan menjadi Menteri Investasi. Menurut sumber, Bahlil Lahadalia dipastikan bakal menempati posisi Menteri Investasi. Kepastian tersebut sudah tak tergoyahkan.

“Fix! Bahlil Menteri Investasi,” kata sumber dikutip kemarin Selasa (20/4/2021).

Bahlil Lahadalia saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Tugas lembaga tersebut memang berhubungan dengan investasi.

Mengutip laman resmi BKPM, tugas pokok BKPM adalah melaksanakan koordinasi kebijakan dan pelayanan di bidang penanaman modal berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebelum duduk di pemerintahan, Bahlil lama berkecimpung sebagai pengusaha. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode 2015-2019.

Lalu, pria kelahiran Banda, Maluku, 7 Agustus 1976 itu masuk ke dalam kabinet Indonesia Maju di periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi.

Sebelum menjadi birokrat di pemerintah Presiden Jokowi, Bahlil lama berkecimpung sebagai pengusaha. Dia merintis karier dan bisnis dari nol. Dia terlahir dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan. Ayahnya seorang kuli bangunan dan sang ibu bekerja sebagai tukang cuci. Namun hal tersebut tak membuatnya menyerah.

Sejumlah profesi pernah dilakon, mulai dari tukang kue semasa kecil, seorang kondektur, hingga menjadi sopir angkot pun dia jalani. Dengan kerja keras itulah dia menjadi orang besar yang tadinya bukan siapa-siapa.

Ketika beranjak remaja segala macam pekerjaan kasar dilakukan Bahlil. Mulai dari kondektur angkot, jualan ikan, jadi kuli bangunan, sampai akhirnya jadi sopir angkot. Bahkan dia mengaku sering menghabiskan masa remajanya hidup di terminal.

Dengan segala kekurangannya, justru Bahlil nekat mau mengubah nasib. Dengan modal pas-pasan dirinya terbang ke Jayapura, niatnya untuk kuliah. Cabut ke Jayapura, dia cuma membawa ijazah SMA, tiga setel baju, SIM dan kantong kresek. Bahkan, orang tuanya pun tidak tahu kalau dia ke Jayapura hanya untuk kuliah.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram