banner 728x250
Ragam  

Pj Wali Kota Ambon Ajak Warga Cegah & Antisipasi Potensi Konflik

POTENSI KONFLIK
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Ambon menggelar penguatan kapasitas pencegahan dini dan penanganan konflik bagi perangkat desa dan kelurahan di Kota Ambon.

Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan konflik adalah proses sosial antara dua orang atau lebih yang berusaha menghancurkan pihak lain sehingga membuatnya tidak berdaya.

”Suatu masyarakat semakin tinggi tingkat keberagaman, maka semakin tinggi timbulnya konflik dimasyarakat tersebut,” katanya.

Konflik berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan antar kelompok dengan masyarakat. “Oleh karena itu beberapa faktor yakni antar individu, budaya, perbedaan kepentingan, suku, dan lainnya,” jelas di Biz Hotel Ambon, Rabu (23/8/2023).

Namun demikian, faktor setiap konflik yang terjadi ada juga berbagai cara atau upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mengantisipasi yang terjadi di masyarakat.

Upaya pencegahan konflik dilakukan antara lain melalui upaya memelihara kondisi situasi damai dalam masyarakat, mengembangkan penyelesaian perselisihan secara damai kekeluargaan, meredam potensi konflik, membangun sistem peringatan dini secara baik.

“Dan yang paling penting pencegahan ini dilakukan secara pribadi maupun berkelompok,” kata Bodewin.

Ambon merupakan ibu kota Provinsi Maluku dan telah menjadi pusat perekonomian sehingga menjadi destinasi masyarakat. ”Kondisi Kota Ambon saat ini menjadi perhatian karena dengan meningkatnya perekonomian maka semakin meningkat penduduk di Kota Ambon. Hal ini menjadi potensi konflik dan itu menjadi perhatian Pemkot Ambon,” jelasnya.

Soal keamanan dan ketertiban di Kota Ambon, Bodewin bilang perlu terus dibicarakan. Karena merupakan tanggungjawab urusan wajib Pemda dalam memberi hak-hak masyarakat. ”Untuk itu diperlukan sebuah upaya terpadu dari semua pihak dalam penangan konflik,” ujarnya.

Bodewin berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada peserta untuk bagaimana cara dalam penanganan konflik terutama di lingkungan masing-masing. (CAL)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram