AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Siswa SMA di kecamatan Baguala, kota Ambon diimbau menghindari aksi tawuran antarsesama pelajar.
Seruan itu disampaikan Kapolsek Baguala AKP Meity Jacobus saat sosialisasi bahaya tawuran antarpejalar di SMA Negeri 4 Ambon, Senin (26/9/2022).
“Kalian sebagai generasi penerus jangan mau ikut tawuran, karena bisa membahayakan diri sendiri dan pelaku tawuran bisa diproses hukum,” kata Meity.
Sosialisasi dihadiri lebih dari 1.000 pelajar dari SMA Negeri 4, SMA 14 dan SMA 5 Ambon. Para kepala sekolah dan guru dari tiga sekolah itu juga ikut hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurut Meity sosialisasi bahaya tawuran bagi para siswa SMA di kecamatan Baguala kerap dilakukan karena aksi tawuran antarpelajar sering terjadi di wilayah tersebut.
Melalui sosialisasi para siswa bisa lebih memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pelajar dengan baik dan benar. “Jangan membuat malu nama sekolah. Rajin belajar, jangan ikut-ikutan tawuran karena itu bukan karakter siswa yang baik,” katanya.
Dia mengajak para siswa fokus belajar dan terus menunjukkan prestasinya demi mengharumkan nama sekolah. Terlibat aksi tawuran hanya akan membawa kebencian antara sesama siswa dan tidak ada gunanya.
“Sebagai generasi penerus bangsa di kota Ambon, kalian adalah calon pemimpin masa depan. Jadi harus fokus belajar untuk mengukir prestasi dan cita-cita kalian jangan mau diajak tawuran,” kata Meity mengingatkan.
Sosialsiasi bahaya tawuran antarpelajar itu mendapat apresiasi dari pihak sekolah.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena sangat positif. Kami menyampaikan terima kasih kepada Polsek Baguala,” kata Kepala SMA Negeri 14 Ambon Deike Pariama. (MAN)




