banner 728x250

Bentrok 2 Desa di Pulau Haruku Pecah, Sejumlah Warga Terluka

Pulau Haruku
Bentrokan antara warga Desa Kailolo dan Desa Kabauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah pecah, Selasa (9/9/2025). (TANGKAPAN LAYAR)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Bentrokan antara warga Desa Kailolo dan Desa Kabauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah pecah, Selasa (9/9/2025).

Dalam bentrokan itu warga dua desa bertetangga ini saling serang dengan alat tajam seperti parang, tombak dan panah di perbatasan kedua desa. Belum diketahui pasti penyebab bentrokan. Namun bentrokan yang terjadi menyebabkan sejumlah warga dari kedua desa terluka.

Dari sejumlah video amatir yang beredar, tampak sejumlah warga yang terlibat dalam bentrokan terluka dan dievakuasi oleh warga lainnya. Suasana di perbatasan kedua desa benar-benar mencekam. Terdengar bunyi suara ketika warga memukul tiang listrik menggunakan batu sebagai tanda bahaya.

Dari foto yang beredar yang diperoleh sentraltimur.com, pertikaian warga menyebabkan satu orang meninggal dunia. Belum diketuai identitas korban jiwa dalam pertikaian tersebut.

Aparat TNI dan kepolisian bersenjata lengkap terlihat berusaha melerai bentrokan agar tidak meluas. Polisi masih menyelidiki penyebab konflik warga kedua desa tersebut.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Pol Yoga Putra Prima Setya yang dikonfirmasi membenarkan bentrokan tersebut. “Sementara kita masih meredam situasi”, kata Yoga melalui pesan WhatsApp, Selasa sore.

PULAU HARUKU
Bentrokan antara warga dua desa di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, menyebabkan sejumlah korban. (TANGKAPAN LAYAR)

Ratusan aparat gabungan dari Polresta Pulau Ambon, Brimob Polda Maluku, Samapta dan personel TNI dari Yonif 731 Kabaresi telah dikerahkan ke lokasi bentrokan untuk meredam situasi yang terjadi. “Sebanyak 4 SST atau 120 personel gabungan dari Polresta, Polsek, Brimob Polda Maluku dan Samapta  dibantu dari Kodim dan 731 telah berada di lokasi,” ujarnya.

Mengantisipasi aksi saling serang antara kedua desa, aparat gabungan juga telah membangun tiga pos di perbatasan kedua desa termasuk di wilayah pegunungan dan hutan yang menghubungkan kedua desa. “Kami telah membangun tiga pos di perbatasan kedua desa dan untuk saat ini situasi bisa dikendalikan,” kata Yoga. (TIM)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram