Selain mendorong investasi, ia juga menyoroti persoalan pengangguran yang membutuhkan langkah konkret dan berbagai alternatif penyelesaian. Salah satunya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.
Peluang penempatan tenaga kerja terdidik dan berkualitas ke luar negeri perlu dimanfaatkan melalui program serta fasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan.
Karena itu, Vanath berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus kepada Maluku melalui penyediaan kuota dan kesempatan penempatan tenaga kerja bagi masyarakat, terutama generasi muda.
“Kami berharap melalui Kementerian Ketenagakerjaan, ke depan ada kuota-kuota tertentu yang dapat disediakan bagi masyarakat Maluku. Kita memiliki anak-anak muda yang memiliki kapasitas dan kualitas. Mereka perlu diberikan kesempatan untuk bekerja, memperoleh pengalaman, serta meningkatkan keterampilan di negara-negara tujuan,” ujarnya.
Menurut Vanath, kesempatan bekerja di luar negeri tidak hanya membuka peluang peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya, tetapi juga dapat menjadi sarana memperoleh pengalaman, keterampilan, dan modal usaha.
Ia berharap, generasi muda Maluku yang telah memperoleh pengalaman kerja di luar negeri nantinya dapat kembali ke daerah untuk membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Di akhir sambutannya, Vanath menyampaikan permohonan maaf apabila dukungan Pemerintah Provinsi Maluku terhadap penyelenggaraan Muktamar KAMMI XIV belum dapat diberikan secara maksimal. Meski demikian, Pemprov Maluku menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap muktamar menghasilkan gagasan serta rekomendasi strategis bagi pembangunan bangsa, khususnya Maluku.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli dalam arahannya menitipkan empat pesan penting kepada seluruh kader KAMMI.
Pertama, kader KAMMI harus memiliki karakter lifelong learning, yakni kemauan untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.



